![]() |
| Asap tebal membubung di langit ibu kota Iran setelah serangkaian ledakan dilaporkan mengguncang Teheran pada Sabtu 28 Februari 2026. (AP/AP) |
Media Israel melaporkan sejumlah pejabat tinggi Iran tewas dalam rangkaian serangan militer terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel ke berbagai kota di Iran pada Sabtu (28/2). Klaim tersebut dibantah pemerintah Iran, yang menyatakan para pemimpin kunci negara itu dalam kondisi aman.
Stasiun televisi Israel N12, dikutip News18, menyebut Panglima Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammad Pakpour termasuk di antara korban tewas. Pakpour dipromosikan menjadi mayor jenderal oleh Ali Khamenei pada 2025 dan memimpin IRGC sekitar delapan bulan terakhir. Bulan lalu, ia memperingatkan bahwa Iran “lebih siap dari sebelumnya” dan memiliki “jari di pelatuk”.
Laporan terpisah dari media Israel juga menyebut Mayor Jenderal Amir Hatami, Panglima Angkatan Darat Iran, tewas dalam serangan udara yang menargetkan pusat komando militer di Tehran. Hatami sebelumnya menjabat menteri pertahanan dan diangkat sebagai kepala angkatan darat setelah konflik pada Juni 2025. Beberapa laporan yang belum terverifikasi turut menyebut Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei sebagai korban.
Kantor berita Reuters melaporkan sejumlah komandan senior IRGC tewas tanpa merinci identitas. Seorang pejabat Israel mengatakan kepada The Times of Israel bahwa target operasi mencakup “komandan rezim senior dan pemimpin militer”, serta menilai serangan itu “sangat berhasil” dalam mengeliminasi kepemimpinan Iran.
Di Tehran, media pemerintah bergerak cepat membantah kabar tersebut. Kantor berita IRNA menyatakan Presiden Masoud Pezeshkian “dalam keadaan aman dan sehat serta tidak memiliki masalah apa pun”. Pernyataan serupa disiarkan Mehr dan ISNA, serta dikonfirmasi kantor berita Tasnim.
Kantor berita Fars bahkan menyebut Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, Mohseni-Ejei, dan Panglima Tertinggi Angkatan Darat Abdolrahim Mousavi Hatami “hidup dan sehat”. Hingga Sabtu malam, tidak ada pernyataan resmi Iran yang secara khusus menanggapi laporan mengenai Pakpour.
Sumber-sumber regional melaporkan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei telah dipindahkan ke lokasi aman sebelum serangan dan belum tampil di publik dalam beberapa hari terakhir.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut operasi tersebut sebagai “operasi tempur besar” di Iran. Serangan menghantam Tehran, Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah, dengan sasaran yang dilaporkan mencakup fasilitas nuklir, pangkalan militer, serta gedung pemerintahan termasuk kompleks Pemimpin Tertinggi.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menggambarkan operasi itu sebagai “serangan preemptif” untuk “menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel”.
Narasi yang saling bertolak belakang ini mengingatkan pada konflik singkat yang dikenal sebagai “Perang Dua Belas Hari” pada Juni 2025, ketika Israel juga menargetkan pejabat senior Iran. Saat itu, serangan dilaporkan menghantam pertemuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan melukai Presiden Pezeshkian, namun gagal membunuhnya.
Jumlah korban dan dampak penuh dari serangan terbaru masih belum dapat diverifikasi secara independen, sementara kedua pihak menyampaikan versi masing-masing mengenai hasil operasi tersebut.

0Komentar