![]() |
| Ilustrasi rudak Iran. | REUTERS |
Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan Iran ke wilayahnya pada Sabtu (28/2), namun puing yang jatuh menewaskan satu warga sipil di Abu Dhabi dan merusak kawasan permukiman. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi cepat di kawasan Teluk menyusul operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di dalam Iran.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan rudal-rudal tersebut berhasil “ditangani dengan efisiensi tinggi”. Korban tewas diidentifikasi sebagai warga negara Asia. Pemerintah menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keselamatan warga sipil dan melanggar kedaulatan nasional serta hukum internasional.
UEA menegaskan memiliki hak penuh untuk merespons dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayah serta penduduknya. Otoritas juga menyatakan negara dalam kondisi siaga tinggi dan meminta masyarakat hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi.
Penutupan sebagian wilayah udara diberlakukan sebagai langkah pencegahan. Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA menyebut kebijakan itu ditujukan untuk menjamin keselamatan penerbangan dan awak pesawat. Sejumlah maskapai, termasuk Lufthansa, Air France, dan Wizz Air, menangguhkan penerbangan ke sejumlah tujuan di kawasan. Iran, Israel, Irak, dan Yordania juga menutup wilayah udara mereka.
Serangan ke UEA merupakan bagian dari respons yang lebih luas dari Teheran setelah Israel, dengan dukungan AS, melancarkan serangan yang disebut Menteri Pertahanan Israel sebagai tindakan preventif pada Sabtu dini hari. Supreme National Security Council of Iran menyatakan angkatan bersenjata Iran telah memulai respons yang menghancurkan dan menyebut seluruh aset serta kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah sebagai sasaran sah.
Ledakan juga dilaporkan terdengar di Bahrain, lokasi pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS. Qatar menyatakan sistem pertahanannya mencegat rudal Iran di atas wilayahnya.
Serangan Sabtu ini menjadi pertama kalinya Iran secara langsung menembakkan rudal balistik ke UEA. Pada 2022, Abu Dhabi pernah menjadi target serangan drone dan rudal oleh kelompok Houthi yang menewaskan tiga orang.
Beberapa pekan sebelum insiden terbaru, tepatnya 26 Januari, UEA secara terbuka menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udara atau teritorinya digunakan untuk tindakan militer yang bermusuhan terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran, Israel, dan AS, yang kini meluas ke sejumlah negara Teluk.

0Komentar