kerusakan parah di Jalur Gaza akibat perang antara Israel dan Hamas. | MIDDLE EAST MONITOR


FIFA berkomitmen menginvestasikan $50 juta untuk membangun stadion nasional di Gaza yang hancur akibat perang, termasuk akademi sepak bola dan lapangan mini di sekitar pemukiman. Proyek ini menimbulkan perhatian karena berlangsung di tengah kebutuhan rekonstruksi wilayah senilai sekitar $70 miliar.

Pengumuman dilakukan pada Kamis (19/2/2026) dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Donald Trump di Washington. 

Dalam pertemuan itu, sembilan negara menjanjikan total $7 miliar untuk rekonstruksi Gaza, sementara lima negara lain menyatakan kesiapan mengirim pasukan untuk stabilisasi internasional. Trump menambahkan, AS akan menyumbang $10 miliar, meski ia tidak merinci sumber dan penggunaannya.

Menurut Program Pembangunan PBB, sebagian besar Gaza hingga 92% di beberapa area hancur akibat lebih dari dua tahun konflik. Infrastruktur dasar seperti perumahan, rumah sakit, sistem air, dan jaringan listrik rusak parah. Sekitar $20 miliar dibutuhkan hanya untuk tiga tahun pertama pemulihan, jauh di atas komitmen internasional yang diumumkan.

Rencana FIFA mencakup stadion berkapasitas 20.000–25.000 kursi, akademi senilai $15 juta, 50 lapangan mini arena seharga $2,5 juta, serta lima lapangan ukuran penuh masing-masing $1 juta. Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut proyek ini sebagai upaya membangun kembali harapan masyarakat melalui olahraga.

"Kita tidak hanya harus membangun kembali rumah atau sekolah atau rumah sakit atau jalan. Kita juga harus membangun kembali manusia, emosi, harapan, dan kepercayaan. Dan inilah yang dimaksud dengan sepak bola, olahraga saya," ujar Infantino kepada peserta pertemuan. 

Video promosi yang menampilkan gambar stadion dan pemain yang dibangkitkan dari kehancuran Gaza menggunakan teknologi AI juga ditampilkan saat pengumuman.

Total $7 miliar yang dijanjikan oleh Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan, dan Kuwait hanya mencakup sebagian kecil kebutuhan rekonstruksi. 

Beberapa sekutu utama AS, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Kanada, tidak hadir, begitu juga perwakilan Palestina. Patriark Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, menyebut pengaturan ini sebagai "operasi kolonialis: orang lain yang memutuskan untuk rakyat Palestina".

Infantino dan Trump memiliki hubungan yang semakin dekat. Presiden FIFA tersebut telah beberapa kali berkunjung ke Gedung Putih dalam setahun terakhir dan menganugerahkan Penghargaan Perdamaian FIFA perdana kepada Trump pada pengundian Piala Dunia 2026. 

Trump menanggapi dengan mengatakan, "Saya rasa pekerjaan Anda yang paling saya sukai."

Penandatanganan proyek dilakukan di Markas Besar Institut Perdamaian AS Donald Trump, dihadiri Infantino, anggota dewan eksekutif Gaza Yakir Gabay, dan pejabat terkait lainnya. 

Meski proyek olahraga ini diumumkan, tantangan besar masih menunggu, termasuk pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, serta distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga yang mengungsi. Sejak gencatan senjata diberlakukan, lebih dari 600 warga Palestina dilaporkan tewas, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.