Ilustrasi tanker minyak mentah ultra besar (VLCC) bernama Fujisan Maru. Kapal ini dimiliki oleh Iino Kaiun Kaisha, Ltd. (Iino Lines) dari Jepang. | IINO LINES


Dua kargo minyak mentah jenis Sakhalin Blend asal Rusia dilaporkan masuk ke Indonesia pada Desember 2025 dan Januari 2026 berdasarkan data pelacakan kapal dari Reuters yang mengutip Kpler dan Vortexa. Masing-masing kargo berkapasitas sekitar 700.000 barel dan dibongkar di Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur, serta Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah. PT Pertamina (Persero) membantah telah mengimpor minyak mentah dari Rusia.

Data pelacakan menunjukkan kargo tersebut masuk melalui kapal tanker GT Honor dan Integrity Racer. Analis Vortexa Emma Li menyebut kedua kapal itu tercatat membawa muatan yang diidentifikasi sebagai Sakhalin Blend. 

Kpler mencatat GT Honor membongkar muatan di Balikpapan pada 25 Desember 2025, sementara Integrity Racer menurunkan kargo serupa di Cilacap pada Januari 2026.

Sebelum menuju Indonesia, kedua kapal dilaporkan melakukan transfer kapal ke kapal atau ship-to-ship (STS) di perairan dekat Hong Kong dengan kapal Galaxy dan Voyager yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Juru bicara Pertamina mengonfirmasi GT Honor memang melakukan pembongkaran di Balikpapan. Namun, perusahaan menolak klaim bahwa muatan kapal tersebut berasal dari minyak Sakhalin Blend. Pertamina juga tidak mengungkap asal minyak yang dibongkar dan menegaskan tidak mengimpor minyak dari Rusia.

Temuan tersebut tergolong jarang terjadi. Selama ini Indonesia lebih banyak mengandalkan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah dan Afrika. Data Kpler mencatat terakhir kali Indonesia mengimpor minyak Rusia pada Juni 2023, ketika sekitar satu juta barel minyak jenis Urals dikirim ke Kilang Cilacap. Sebelumnya tidak ada catatan impor minyak Sakhalin Blend oleh Indonesia.

Laporan ini muncul di tengah perubahan dinamika pasar energi global. Prospek permintaan minyak Rusia disebut berpotensi menurun setelah India, salah satu pembeli utama, dikabarkan akan menghentikan pembelian. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan India setuju menghentikan pembelian minyak Rusia sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Kremlin menyatakan belum menerima pemberitahuan resmi dari India terkait kebijakan tersebut.

Indonesia tidak bergabung dalam sanksi Barat terhadap Rusia. Sejak menjadi anggota penuh BRICS pada awal 2025, pemerintah membuka peluang kerja sama energi dengan Moskwa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan Indonesia dapat membeli minyak Rusia selama sesuai aturan dan tidak melanggar ketentuan internasional.

Di sisi lain, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) telah membuka tender impor minyak mentah dari Rusia sejak Mei 2024. Proses tersebut dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Office of Foreign Assets Control (OFAC) di bawah Departemen Keuangan Amerika Serikat yang mengelola kebijakan sanksi ekonomi. 

Direktur Utama KPI Taufik Adityawarman sebelumnya menegaskan minyak yang diimpor akan langsung diproses di kilang dan tidak disimpan dalam tangki penyimpanan.