![]() |
| Sebuah jet tempur siluman J-35A China mengambil bagian dalam pertunjukan selama Airshow China di Zhuhai, provinsi Guangdong, China Selatan, 12 November 2024. | XINHUA |
China meningkatkan eksposur industri dirgantara dan pertahanannya dalam Singapore Airshow ke-10 yang digelar pada 3–8 Februari di Changi Exhibition Centre, Singapura, dengan menampilkan atraksi udara jet tempur J-10C serta memamerkan berbagai model pesawat militer dan komersial untuk menarik pembeli di kawasan Asia Tenggara.
Dorongan ini dilakukan oleh sejumlah perusahaan dan institusi pertahanan China, termasuk People’s Liberation Army Air Force melalui Tim Aerobatik Bayi, Aviation Industry Corporation of China (AVIC), dan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), di tengah meningkatnya belanja pertahanan di Asia-Pasifik.
Dalam agenda pertunjukan udara, Tim Aerobatik Bayi melakukan debut penerbangan di Singapura menggunakan enam jet tempur J-10C, menandai penampilan perdana mereka di negara tersebut sejak beralih ke varian terbaru J-10C.
Pesawat tempur multiperan supersonik ini sebelumnya mendapat perhatian internasional pada 2025, saat konflik India–Pakistan, ketika varian ekspor J-10CE yang dioperasikan Pakistan dilaporkan menembak jatuh sejumlah jet India, termasuk Rafale buatan Prancis, menurut laporan Reuters.
Di area pameran, AVIC menampilkan model skala pesawat tempur siluman J-35A, yang disebut sebagai tampilan publik paling jelas sejauh ini untuk platform generasi kelima berbasis darat tersebut. Selain itu, perusahaan milik negara itu juga memamerkan model J-10CE, JF-17 Thunder, pesawat angkut Y-20, serta drone Wing Loong sebagai bagian dari portofolio militer yang ditujukan untuk pasar ekspor.
JF-17 Thunder, yang dikembangkan bersama oleh China dan Pakistan, disebut telah menarik minat dari sedikitnya lima negara dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Irak, Bangladesh, Indonesia, Arab Saudi, dan Libya. Informasi tersebut disampaikan oleh Angkatan Bersenjata Pakistan dan dikutip oleh Reuters, seiring upaya Beijing memperluas pangsa pasar penjualan alutsista ke luar negeri.
Sementara itu, COMAC memanfaatkan ajang dua tahunan ini untuk mendorong ambisi di sektor penerbangan komersial dengan menampilkan jet berbadan sempit C919 dan pesawat regional C909 dalam demonstrasi penerbangan. Di sela pameran, COMAC juga menandatangani kesepakatan dengan Shanxi Victory General Aviation untuk pengadaan enam pesawat pemadam kebakaran berbasis C909.
Hingga saat ini, lebih dari 200 unit C909 dan C919 telah dikirimkan ke berbagai operator, dengan C919 tercatat mengangkut lebih dari 2,3 juta penumpang sepanjang 2025. Asia Tenggara menjadi salah satu pasar utama bagi COMAC, dengan pesawat C909 telah beroperasi di Indonesia, Laos, dan Vietnam, menurut data perusahaan dan laporan media internasional.

0Komentar