![]() |
| AP PHOTO |
Empat hari setelah pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) tewas dalam operasi militer yang didukung Amerika Serikat, perhatian aparat keamanan beralih ke sosok yang selama ini disebut sebagai wakil komandan organisasi itu: Juan Carlos Valencia González, warga negara ganda AS-Meksiko yang lahir di California.
Valencia González, 41 tahun, dikenal dengan sejumlah alias seperti “El Pelón”, “Tricky Tres”, dan “O3”. Sejumlah pejabat intelijen AS mengidentifikasinya sebagai anak tiri sekaligus wakil komandan de facto Nemesio Oseguera Cervantes, atau El Mencho, sebelum kematiannya.
El Mencho tewas pada 22 Februari setelah pasukan khusus Angkatan Darat Meksiko melacaknya ke kota pegunungan Tapalpa, negara bagian Jalisco, berdasarkan intelijen yang diberikan AS. Menurut laporan Associated Press, ia mengalami luka fatal dalam baku tembak dan meninggal saat dievakuasi dengan helikopter menuju Mexico City
Operasi tersebut memicu gelombang kekerasan balasan. Reuters melaporkan lebih dari 60 orang tewas dalam rangkaian bentrokan susulan, termasuk sedikitnya 25 anggota Garda Nasional.
CJNG selama ini dipandang sebagai salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko. Pada Februari 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump menetapkannya sebagai organisasi teroris asing. Kelompok itu diperkirakan memiliki 15.000 hingga 20.000 anggota dan beroperasi di sebagian besar negara bagian Meksiko.
Garis suksesi di lingkar keluarga inti El Mencho terputus. Putranya, Rubén Oseguera González alias “El Menchito”, menjalani hukuman penjara seumur hidup ditambah 30 tahun di AS dan diwajibkan menyerahkan dana ilegal senilai US$6 miliar. Saudara laki-laki El Mencho, Antonio Oseguera Cervantes, ditangkap pada 2025 bersama 28 pemimpin kartel lain.
Kondisi itu membuat Valencia González menjadi salah satu figur yang masih memiliki kedekatan keluarga sekaligus posisi struktural di dalam organisasi. Ibunya, Rosalinda “La Jefa” González Valencia, diketahui mengelola keuangan kartel dan menikah dengan El Mencho. Ayah kandung Valencia, Armando Valencia Cornelio, memiliki kaitan dengan Kartel Milenio.
Di AS, ia telah lama menjadi buronan. Pada Oktober 2020, juri agung federal di District of Columbia mendakwanya atas tuduhan konspirasi memproduksi dan mendistribusikan lima kilogram atau lebih kokain serta 500 gram atau lebih metamfetamin untuk diimpor ke AS, termasuk pelanggaran senjata api. Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah US$5 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapannya. Ia juga dikaitkan dengan sayap bersenjata CJNG, Grupo Elite.
Namun, sejumlah analis meragukan proses transisi kepemimpinan akan berjalan tanpa gesekan. Konsultan keamanan yang berbasis di Mexico City, David Saucedo, mengatakan kepada CNN bahwa Valencia González “masih kekurangan pengaruh di kalangan komandan kartel lainnya” untuk mengonsolidasikan kekuasaan.
Saucedo menilai pemenjaraan putra El Mencho telah “memutus” garis suksesi langsung. Ia menyebut beberapa komandan regional, termasuk Ricardo Ruiz Velasco (“El Doble R”), Audias Flores Silva (“El Jardinero”), dan Hugo Mendoza Gaytán (“El Sapo”), berpotensi muncul sebagai figur saingan.
Kekosongan kepemimpinan juga dinilai berisiko memicu konflik internal. David Mora dari Crisis Group mengatakan kepada AFP, “Dalam ketiadaan suksesi langsung, tercipta kekosongan kekuasaan yang membuka pintu bagi realignment kekerasan dalam organisasi.”

0Komentar