![]() |
| Bill Gates berbicara selama sesi 'Prospek Pembangunan Global' pada Pertemuan Tahunan 2013 Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 24 Januari 2013. WEF/WIKIMEDIA COMMONS (CC BY-SA 2.0) |
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen terkait Jeffrey Epstein pada 30 Januari 2026. Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah email bertanggal 3 Maret 2017 yang membahas simulasi pandemi antara pelaku kejahatan seksual anak tersebut dengan Pendiri Microsoft Bill Gates.
Email dengan subjek "Cakupan dan Hasil Kerja BGC3" tersebut membahas latihan kesiapsiagaan dan skenario hipotesis, termasuk pelacakan strain virus, kesiapan darurat kesehatan, dan pedoman teknis untuk mengelola ancaman kesehatan berskala besar.
BGC3 adalah perusahaan investasi privat yang mengelola sebagian kekayaan dan aktivitas investasi Bill Gates di luar Bill & Melinda Gates Foundation.
Rilis ini merupakan bagian dari pelaksanaan Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 19 November 2025. UU ini mengharuskan DOJ merilis semua dokumen tidak terklasifikasi terkait investigasi Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell dalam waktu 30 hari.
Karena volume material yang sangat besar dan kebutuhan untuk melindungi identitas korban, DOJ melakukan rilis secara bertahap. Tim yang terdiri dari lebih dari 500 pengacara bekerja siang malam untuk meninjau dan meredaksi material sensitif.
Meski begitu, proses rilis ini menuai kritik bipartisan. Rilis awal pada 19 Desember 2025 dianggap tidak memenuhi persyaratan hukum, dengan lebih dari 500 halaman sepenuhnya dihitamkan. Kurang dari 24 jam setelah rilis, 16 file menghilang dari halaman web publik tanpa penjelasan. Bahkan teknik redaksi yang cacat memungkinkan publik memulihkan konten yang dihitamkan.
Pada Januari 2026, kurang dari satu persen file telah dirilis ke publik. Rilis terbesar baru dilakukan pada 30 Januari 2026.
Email 3 Maret 2017 yang ditujukan kepada kontak dengan nama “Bill Gates” membahas diskusi seputar latihan kesiapsiagaan dan skenario hipotesis pandemi. Fokus BGC3 bukan filantropi murni, melainkan investasi jangka panjang dan proyek strategis di bidang teknologi dan inovasi, kesehatan dan bioteknologi, neuroteknologi, keamanan data dan sistem digital, hingga isu kesehatan global dan kesiapsiagaan pandemi.
BGC3 (Bill Gates Catalyst 3) didirikan pada Maret 2008 dan berganti nama menjadi Gates Ventures pada 2018. Perusahaan ini berbeda dari Bill & Melinda Gates Foundation yang berfokus pada filantropi, serta Cascade Investment yang mengelola saham Microsoft dan investasi lainnya.
Diskusi simulasi pandemi dalam email 2017 tersebut kemudian terwujud dalam bentuk Event 201, simulasi pandemi besar yang diselenggarakan pada 18 Oktober 2019 oleh Johns Hopkins Center for Health Security, World Economic Forum, dan Bill & Melinda Gates Foundation di New York.
Simulasi tersebut menggambarkan virus corona fiktif bernama CAPS (Coronavirus Associated Pulmonary Syndrome) yang berasal dari Brasil dan menyebabkan 65 juta kematian dalam 18 bulan. Skenario juga mencakup resistensi vaksin dan masalah rantai pasokan global.
Johns Hopkins Center for Health Security menegaskan bahwa simulasi tersebut bukan prediksi, melainkan latihan skenario untuk mengidentifikasi kesenjangan kesiapsiagaan pandemi. Wabah COVID-19 pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019, beberapa bulan setelah Event 201.
Lebih jauh, simulasi pandemi merupakan praktik standar dalam kesehatan publik untuk kesiapsiagaan darurat. Serangkaian latihan serupa telah dilakukan sejak 2001, termasuk Dark Winter (2001) tentang wabah cacar, Atlantic Storm (2005), Clade X (2018), hingga Catastrophic Contagion pasca-COVID.
Bill Gates dan Jeffrey Epstein pertama kali bertemu pada Januari 2011 di New York City, setelah Epstein divonis bersalah atas kejahatan seksual terhadap anak pada 2008. Berdasarkan berbagai laporan, Gates bertemu Epstein “berkali-kali” mulai 2011 hingga akhir 2014.
Setidaknya tiga pertemuan diadakan di mansion Epstein di Manhattan, dengan Gates “setidaknya satu kali tinggal hingga larut malam,” menurut laporan New York Times (2019) dan Wall Street Journal (2024).
Gates telah menyatakan bahwa motivasinya bertemu Epstein adalah untuk mendapatkan koneksi dengan orang-orang kaya guna mendukung filantropi kesehatan global dan mengumpulkan miliaran dolar untuk proyek kesehatan global.
“Saya bertemu dengannya. Saya tidak memiliki hubungan bisnis atau persahabatan dengannya,” ujar Gates kepada Wall Street Journal pada 2019.
Hubungan Gates–Epstein memainkan peran kunci dalam perceraian Gates dari Melinda French Gates. Pada September 2013, Bill dan Melinda bertemu Epstein bersama-sama. Melinda merasa tidak nyaman dengan Epstein dan menyampaikan hal ini kepada Bill.
Menurut Wall Street Journal, Melinda mulai bertemu pengacara perceraian sejak Oktober 2019 setelah hubungan Bill dengan Epstein menjadi konsumsi publik. Bill dan Melinda mengumumkan perceraian mereka pada Mei 2021 setelah 27 tahun menikah, dan perceraian resmi selesai pada November 2021.
Menanggapi rilis dokumen terbaru, Melinda French Gates menyatakan rasa sedih yang mendalam dan mengatakan file tersebut membawa kembali kenangan masa-masa sangat menyakitkan dalam pernikahannya.
Juru bicara Bill Gates mengatakan klaim Epstein dalam email tersebut salah dan tidak masuk akal.
“Satu-satunya hal yang ditunjukkan oleh dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena dia tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates dan sejauh mana dia akan berusaha untuk menjebak dan mencemarkan nama baiknya,” kata juru bicara tersebut, dikutip dari Business Insider, Minggu (1/2).
Di sisi lain, email kontroversial tentang penyakit kelamin yang viral di media sosial sebenarnya merupakan draf yang ditulis Epstein kepada dirinya sendiri, bukan bukti kesalahan Gates, menurut laporan Yahoo!.
Tim Gates menyebut klaim dalam email tersebut sebagai “sangat tidak masuk akal dan sepenuhnya salah,” yang mencerminkan frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates.
Meskipun file-file ini memberikan wawasan tentang jaringan Epstein dan pihak-pihak yang berinteraksi dengannya, penting untuk membedakan antara bukti kontak atau interaksi, tuduhan kesalahan yang belum terbukti, dan kesimpulan yang benar-benar didukung bukti.
Lebih dari 3,5 juta halaman telah dirilis, tetapi masih ada pertanyaan mengenai kelengkapan dokumen. Para penyintas menuntut transparansi lebih lanjut serta perlindungan identitas yang lebih baik. Proses rilis terus berlangsung di tengah kontroversi, termasuk tekanan publik dan media untuk transparansi penuh.
Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan Gates terlibat dalam kejahatan terkait Epstein. Namun, banyak klaim viral yang beredar merupakan interpretasi keliru atas dokumen yang dirilis.

0Komentar