Sebuah baterai sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel dikerahkan untuk mencegat tembakan roket dari Jalur Gaza di Ashkelon, Israel, 7 Agustus 2022.  | AP Photo/Ariel Schalit


Militer Israel menyatakan telah mendeteksi sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya pada Sabtu (28/2), beberapa jam setelah Tel Aviv menggempur Teheran dan sejumlah lokasi lain di Iran. Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah Israel, termasuk Yerusalem, sementara sistem pertahanan udara dikerahkan untuk mencegat proyektil yang masuk.

Angkatan Bersenjata Israel, atau Israel Defense Forces (IDF), mengatakan sistem pertahanan mereka langsung diaktifkan begitu peluncuran terdeteksi. Pesan darurat juga dikirim ke telepon seluler warga di area yang dinilai terdampak.

"Beberapa saat yang lalu, sirene berbunyi di beberapa wilayah di seluruh negara ini menyusul terdeteksinya sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Negara Israel," demikian pernyataan IDF.

Militer menambahkan, "Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut."

IDF juga menyebut Angkatan Udara Israel (IAF) terlibat dalam operasi lanjutan. "Saat ini, IAF (Angkatan Udara Israel) beroperasi untuk mencegat dan menyerang ancaman-ancaman jika diperlukan, untuk menghilangkan ancaman tersebut," kata IDF.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "serangan pendahuluan" terhadap Iran. Menurut laporan televisi publik Israel, KAN, yang mengutip seorang pejabat Israel, serangan itu menyasar "situs-situs rezim dan militer, termasuk rudal balistik" Iran.

Pemerintah Israel menutup wilayah udara nasional dan menetapkan keadaan darurat setelah operasi tersebut dimulai. Otoritas menyebut ancaman yang dihadapi bersifat "sangat serius".

Serangan udara Israel dilaporkan dilakukan secara terkoordinasi dengan Amerika Serikat (AS), memperluas dimensi internasional dari konfrontasi yang selama ini lebih banyak berlangsung secara tidak langsung antara kedua negara.

Ketegangan antara Israel dan Iran telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dengan kedua pihak saling menuding terkait aktivitas militer dan program persenjataan. Serangan langsung dan balasan rudal ini menandai eskalasi terbuka yang jarang terjadi dalam konflik panjang antara keduanya.