Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjawab pertanyaan wartawan AFP selama wawancara di Kyiv pada 20 Februari 2026, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah “memulai” Perang Dunia Ketiga. Pernyataan itu disampaikan menjelang empat tahun invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Dalam wawancara dengan BBC di Kyiv akhir pekan lalu, Zelensky mengatakan perang yang dimulai Rusia bukan lagi sekadar konflik regional.

“Saya percaya bahwa Putin sudah memulainya. Pertanyaannya adalah berapa banyak wilayah yang bisa ia rebut dan bagaimana menghentikannya,” kata Zelensky kepada Jeremy Bowen dari BBC. “Rusia ingin memaksakan pada dunia cara hidup yang berbeda dan mengubah kehidupan yang telah dipilih masyarakat untuk diri mereka sendiri.”

Pernyataan itu muncul saat Ukraina menghadapi kebuntuan diplomasi dan tekanan militer yang berlanjut.

Perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat di Jenewa berakhir pada 18 Februari tanpa terobosan. Isu paling kontroversial adalah tuntutan Rusia agar Ukraina menarik diri sepenuhnya dari wilayah Donbas. Kyiv menolak syarat tersebut.

Zelensky juga membantah anggapan bahwa Ukraina berada di posisi kalah. Kepada Agence France-Presse (AFP) pada 20 Februari, ia mengatakan pasukan Ukraina berhasil merebut kembali sekitar 300 kilometer persegi wilayah di kawasan Zaporizhzhia dalam serangan balasan di selatan. Menurut AFP, itu menjadi perolehan wilayah paling signifikan dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Presiden Ukraina itu menegaskan tidak akan menyerahkan sekitar 20% wilayah Oblast Donetsk yang masih berada di bawah kendali Kyiv. Ia berpendapat konsesi teritorial hanya akan memberi Moskwa waktu untuk memperkuat kembali militernya.

“Ini mungkin akan memuaskannya untuk sementara waktu… dia membutuhkan jeda… tetapi begitu dia pulih, mitra-mitra Eropa kami mengatakan itu bisa memakan waktu tiga hingga lima tahun. Menurut pendapat saya, dia bisa pulih dalam waktu tidak lebih dari beberapa tahun,” ujarnya kepada BBC. “Ke mana dia akan pergi selanjutnya? Kita tidak tahu, tetapi bahwa dia akan ingin melanjutkan perang adalah sebuah fakta.”

Di lapangan, serangan udara Rusia terus berlangsung. Pada dini hari 22 Februari, Rusia meluncurkan 50 rudal dan 297 drone ke berbagai kota dan infrastruktur energi Ukraina. Sedikitnya satu orang tewas di wilayah Kyiv dan lebih dari selusin lainnya terluka, termasuk anak-anak.

Angkatan udara Ukraina menyatakan berhasil mencegat 274 drone dan 33 rudal. Di kota Lviv, dua petugas polisi dilaporkan tewas akibat ledakan. Zelensky mengatakan dalam sepekan terakhir Rusia meluncurkan lebih dari 1.300 drone serang, lebih dari 1.400 bom udara berpemandu, serta 96 rudal.

“Moskwa terus menginvestasikan lebih banyak uang untuk serangan daripada untuk diplomasi,” katanya.

Di tengah kebuntuan tersebut, Zelensky menyampaikan bahwa menghentikan Rusia saat ini merupakan bentuk kemenangan yang lebih luas.

“Menghentikan Putin hari ini dan mencegahnya menduduki Ukraina adalah kemenangan bagi seluruh dunia. Karena Putin tidak akan berhenti di Ukraina,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah pemulihan seluruh wilayah yang hilang masih realistis dalam waktu dekat, ia mengakui adanya keterbatasan militer dan biaya kemanusiaan yang besar.

“Melakukannya hari ini berarti kehilangan jumlah orang yang sangat besar — jutaan orang — karena tentara mereka besar, dan kami memahami biayanya.”

Zelensky menegaskan bahwa jaminan keamanan konkret harus diberikan sebelum ada kompromi teritorial apa pun. Sikap ini berbeda dengan pendekatan pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang mendorong Kyiv menyetujui konsesi wilayah lebih dahulu dalam proses negosiasi.

Utusan khusus AS Steve Witkoff pada Sabtu mengatakan putaran pembicaraan baru dapat berlangsung dalam tiga minggu ke depan dan berpotensi membuka jalan bagi pertemuan puncak antara presiden Rusia, Ukraina, dan AS.

Menjelang peringatan empat tahun invasi, demonstrasi dukungan terhadap Ukraina digelar di Washington, Paris, dan Praha. Dalam penutup wawancara berbahasa Inggris, Zelensky mengatakan, “Salah satu dari cara-cara paralel ini akan, menurut saya, membawa kesuksesan. Bagi kami, kesuksesan adalah menghentikan Putin.”