![]() |
| Presiden AS Donald Trump berbicara sambil menandatangani perintah eksekutif di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada hari Senin, 20 Januari 2025. | Jim Lo Scalzo/EPA |
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat memperingatkan kemungkinan penerapan tarif terhadap negara-negara yang tidak mendukung upayanya untuk mengakuisisi Greenland. Ancaman itu disampaikan di Gedung Putih, Washington, di tengah meningkatnya penentangan internasional terhadap rencana AS mengambil alih wilayah Arktik yang berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark.
Mengutip Anadolu Agency, Peringatan tarif tersebut disampaikan Trump secara terbuka dengan mengaitkan isu perdagangan dan dukungan politik atas rencananya terkait Greenland.
“Saya mungkin akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara jika mereka tidak sejalan dengan masalah Greenland, karena kami membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” kata Trump dalam diskusi meja bundar di Gedung Putih.
Pernyataan itu muncul ketika sejumlah negara Eropa mulai mengirimkan personel militer ke Greenland, wilayah semiotonomos Denmark, untuk mengikuti latihan bersama. Pada saat yang hampir bersamaan, delegasi bipartisan anggota Kongres AS tiba di Kopenhagen guna menunjukkan dukungan politik kepada Denmark.
Langkah Trump tersebut datang di tengah demonstrasi persatuan Eropa yang relatif jarang terjadi dalam membela kedaulatan Denmark. Jerman, Swedia, Prancis, Norwegia, Belanda, dan Finlandia mengonfirmasi pengiriman personel militer ke Greenland pekan ini untuk mengikuti Operasi Arctic Endurance, latihan pimpinan Denmark yang bertujuan menunjukkan sikap kolektif negara-negara Eropa di kawasan Arktik.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memastikan keterlibatan negaranya, dengan menyebut bahwa unit militer pertama telah diberangkatkan dan akan disusul gelombang berikutnya. Jerman mengirimkan tim pengintaian beranggotakan 13 personel untuk menilai kemungkinan kontribusi keamanan regional, sementara Swedia mengirimkan sejumlah perwira atas permintaan Kopenhagen.
Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Alice Rufo mengatakan pengerahan pasukan tersebut dimaksudkan untuk mengirim sinyal politik. Menurut dia, langkah itu menegaskan tekad negara-negara Eropa mempertahankan kedaulatan mereka, termasuk dalam konteks hubungan dengan Amerika Serikat.
Ancaman tarif Trump juga disampaikan dua hari setelah pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung tegang di Gedung Putih. Pertemuan tersebut mempertemukan pejabat Denmark dan Greenland dengan Wakil Presiden JD Vance serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio, namun berakhir tanpa kesepakatan substantif.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen mengatakan perbedaan mendasar masih membayangi hubungan kedua pihak.
“Bagi kami, gagasan yang tidak menghormati integritas teritorial Kerajaan Denmark dan hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland sama sekali tidak dapat diterima,” kata Rasmussen, seperti dikutip dari CNN, seraya menyebutnya sebagai garis merah bagi Kopenhagen.
Meski pertemuan itu hanya menghasilkan kesepakatan pembentukan kelompok kerja tingkat tinggi, Trump kembali menegaskan posisinya bahwa “apa pun selain” kontrol AS atas Greenland dianggap tidak dapat diterima. Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk memperoleh wilayah tersebut.
Pada saat peringatan tarif disampaikan, delegasi kongres bipartisan yang terdiri dari 11 anggota berada di Kopenhagen untuk bertemu Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen serta pejabat Greenland. Delegasi yang mencakup Senator Republik Lisa Murkowski dan Thom Tillis bersama sejumlah tokoh Demokrat itu mengibarkan bendera Greenland di atas gedung parlemen Denmark sebagai simbol solidaritas.
Senator Demokrat Dick Durbin mengatakan pernyataan Trump tidak sepenuhnya mencerminkan pandangan publik di negaranya. Ia menegaskan bahwa banyak anggota Kongres memandang kedaulatan Denmark sebagai prinsip yang harus dihormati.
Lebih lanjut, Senator Demokrat Jeanne Shaheen bersama Senator Republik Lisa Murkowski memperkenalkan NATO Unity Protection Act. Rancangan undang-undang tersebut akan melarang penggunaan dana federal untuk memblokade, menduduki, menganeksasi, atau menegaskan kontrol atas wilayah negara anggota NATO dengan cara apa pun.
Menanggapi pergerakan militer Eropa, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan langkah tersebut tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan presiden. Ia menegaskan bahwa tujuan Trump untuk mengakuisisi Greenland tetap tidak berubah, meski tekanan internasional terus meningkat.

0Komentar