Pesawat C919 yang dikembangkan oleh Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC). | China Daily

Badan keselamatan penerbangan Uni Eropa, European Union Aviation Safety Agency (EASA), telah melakukan uji terbang verifikasi terhadap jet penumpang C919 buatan China di Shanghai. Penerbangan tersebut dilakukan oleh dua pilot uji EASA sebagai bagian dari proses validasi awal menuju sertifikasi Eropa, sebagaimana dikonfirmasi lembaga itu pada Kamis (15/1/2026).

Uji terbang ini menandai langkah konkret dalam upaya Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) memperoleh pengakuan regulator Eropa agar dapat memasarkan C919 di luar China. Namun, EASA menegaskan proses sertifikasi masih berada pada tahap awal dan memerlukan waktu panjang.

Penerbangan verifikasi dilakukan setelah intensitas komunikasi antara EASA dan COMAC meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Regulator Eropa menilai C919 memenuhi standar keselamatan dasar, meski masih terdapat sejumlah isu awal yang memerlukan penyesuaian teknis.

Laporan South China Morning Post menyebut uji terbang tersebut merupakan bagian dari rangkaian evaluasi teknis menyusul penundaan proses sertifikasi pada tahun lalu. Di saat yang sama, COMAC juga melibatkan pilot asing senior yang bekerja di China untuk mendemonstrasikan performa C919 di hadapan regulator internasional, guna memperkuat kepercayaan di luar pasar domestik.

Sertifikasi EASA menjadi prasyarat penting bagi COMAC untuk menembus pasar Eropa dan kawasan Barat lainnya. Tanpa persetujuan regulator setempat, maskapai di wilayah tersebut belum diizinkan mengoperasikan pesawat buatan China.

Kerangka waktu sertifikasi hingga kini belum pasti. Pada April 2025, Direktur Eksekutif EASA Florian Guillermet mengatakan kepada media Prancis L’Usine Nouvelle bahwa proses sertifikasi C919 diperkirakan memakan waktu tiga hingga enam tahun.

“COMAC menaruh banyak sumber daya, komitmen, dan sarana teknis untuk sertifikasi ini. Saya tidak ragu bahwa mereka akan berhasil,” kata Guillermet saat itu.

C919 merupakan pesawat narrowbody yang dirancang untuk bersaing langsung dengan keluarga Boeing 737 dan Airbus A320 di segmen pesawat komersial paling besar volumenya. China Eastern Airlines mulai mengoperasikan C919 secara komersial pada Mei 2023.

Pesawat ini menjalani penerbangan internasional perdananya pada 1 Januari 2025 dengan melayani rute Shanghai–Hong Kong. Meski demikian, kapasitas produksi COMAC masih tertinggal dari target.

Data Bloomberg menunjukkan COMAC hanya mengirimkan 13 unit C919 sepanjang 2025, jauh di bawah target awal hingga 75 pesawat. Perusahaan menyatakan akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 150 unit per tahun dalam lima tahun ke depan.

Saat ini, C919 baru mengantongi sertifikasi dari Civil Aviation Administration of China. Pesawat tersebut belum memperoleh persetujuan dari EASA maupun Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, sehingga pemasaran C919 masih terbatas pada rute domestik China dan negara-negara yang bersedia menerima standar sertifikasi Tiongkok.