Ministry of Finance of the Russian Federation yang beralamat di Ilinka Street 9, Moskow. | EVGENY FILIPPOV / EXPERT

Pejabat Rusia tengah berpacu mencari sumber pendapatan baru untuk menutup tekanan pada anggaran federal di tengah membengkaknya biaya perang di Ukraina. Pemerintah membutuhkan tambahan dana hingga 1,2 triliun rubel atau sekitar US$16 miliar guna menjaga indikator utama anggaran tetap seimbang, mengutip pejabat yang mengetahui pembahasan tersebut, menurut laporan Bloomberg.

Kebutuhan itu muncul saat risiko pengeluaran negara kembali melampaui rencana awal tahun berjalan. Sejumlah analis menilai kondisi fiskal tersebut mempersempit waktu bagi Presiden Vladimir Putin untuk mencapai kesepakatan damai, karena pembiayaan perang terus menekan kas negara.

Tekanan fiskal meningkat setelah Rusia mencatat defisit anggaran terbesar sejak 2020. Reuters melaporkan defisit 2025 mencapai 5,65 triliun rubel atau sekitar US$72 miliar, setara 2,6% dari PDB. Nilai itu menjadi yang tertinggi dalam denominasi rubel sejak 2006. Pendapatan negara tercatat 7,5% di bawah target awal, terutama karena penerimaan minyak dan gas turun 24%.

Prospek 2026 dinilai tidak kalah berat. Reuters menyebut penerimaan pajak minyak dan gas pada Januari 2026 bisa anjlok hingga 46% dibanding periode yang sama tahun lalu, dipicu harga minyak yang lebih rendah serta penguatan rubel. Penerimaan Januari diperkirakan hanya 420 miliar rubel, terendah sejak Agustus 2020.

Di tengah celah anggaran yang melebar, Kementerian Keuangan Rusia mempertimbangkan langkah tak biasa. Menteri Keuangan Anton Siluanov mengusulkan legalisasi kasino daring dengan pajak 30% atas pendapatan operator, seperti dilaporkan harian bisnis Kommersant. Skema tersebut diproyeksikan menyumbang sekitar 100 miliar rubel atau US$1,3 miliar per tahun.

Kasino daring telah dilarang sejak 2009, namun pasar ilegalnya tetap berkembang. Kementerian Keuangan memperkirakan sekitar 100 platform tanpa lisensi beroperasi di Rusia, dengan nilai pasar mendekati 3 triliun rubel.

Tekanan anggaran berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aktivitas diplomatik terkait perang Ukraina. Reuters melaporkan utusan khusus Putin, Kirill Dmitriev, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Miami pada Sabtu, 31 Januari, untuk bertemu pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyebut delegasi dari AS, Ukraina, dan Rusia dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi pada Minggu, 1 Februari. Pertemuan itu disebut sebagai bagian dari upaya melanjutkan jalur dialog di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sementara itu, industri pertahanan Rusia diperkirakan melambat tajam tahun ini. Sektor yang terkait produksi militer hanya diproyeksikan tumbuh 4%–5% per tahun, turun dari kisaran sekitar 30% dalam beberapa tahun terakhir, mengutip proyeksi Kementerian Ekonomi Rusia yang dilaporkan Bloomberg.

Lebih jauh, Bank Finlandia mencatat rancangan anggaran 2026 mengusulkan pengurangan nominal belanja pertahanan. Lembaga itu menyebut langkah tersebut jarang terjadi kecuali Moskwa menghentikan perang dalam waktu dekat. Meski demikian, analis mengingatkan belanja aktual masa perang kerap melampaui angka resmi, dengan sekitar 84% pengeluaran pertahanan diklasifikasikan.