Kilang minyak milik perusahaan negara PDVSA di Caracas, Venezuela. | REUTERS/Carlos Garcia


Perusahaan minyak milik negara Rusia, Roszarubezhneft, menegaskan bahwa seluruh asetnya di Venezuela merupakan milik sah negara Rusia. Pernyataan yang disampaikan pada Selasa (13/1/2026) itu muncul di tengah dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar perusahaan minyak AS mengambil peran besar di sektor energi Venezuela, menyusul operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro pada 3 Januari.

Sikap tersebut disampaikan Roszarubezhneft melalui pernyataan resmi yang disiarkan kantor berita negara Rusia, TASS. Perusahaan menegaskan kepemilikan aset diperoleh secara sah dan sesuai hukum Venezuela maupun hukum internasional, sekaligus menempatkan klaim itu sebagai respons atas wacana Washington untuk membuka kembali industri minyak Venezuela bagi investor AS setelah perubahan politik drastis di negara Amerika Selatan tersebut.

Dalam pernyataannya, Roszarubezhneft menyebut aset-aset itu “adalah milik negara Rusia, yang telah diperoleh pihak Rusia dalam kondisi pasar, sepenuhnya sesuai dengan perundang-undangan Republik Bolivarian Venezuela, hukum internasional, dan perjanjian antarnegara antara Rusia dan Venezuela.” Pernyataan tersebut menegaskan posisi Moskwa di tengah ketidakpastian status kepemilikan aset energi Venezuela pasca-intervensi AS.

Saat ini Roszarubezhneft mengoperasikan lima joint venture produksi minyak bersama perusahaan minyak milik negara Venezuela, PDVSA. Perusahaan menyatakan akan tetap melanjutkan pengembangan aset serta memenuhi seluruh kewajiban operasional dengan berkoordinasi bersama mitra internasional.

Pernyataan Rusia itu muncul ketika Trump secara terbuka menyatakan minatnya terhadap cadangan minyak Venezuela yang diperkirakan mencapai 303 miliar barel, terbesar di dunia. 

Mengutip AFP, Pada 9 Januari, Trump menggelar pertemuan di Gedung Putih dengan para eksekutif perusahaan minyak besar AS, termasuk ExxonMobil, ConocoPhillips, dan Chevron, untuk mendorong investasi hingga US$100 miliar guna memulihkan infrastruktur energi Venezuela.

Respons dari pelaku industri, bagaimanapun, cenderung hati-hati. CEO ExxonMobil Darren Woods menyebut kondisi investasi di Venezuela saat ini “tidak layak investasi” karena ketidakpastian hukum dan komersial yang tinggi. 

Meski demikian, pemerintahan Trump pada hari yang sama mengumumkan telah menyelesaikan penjualan minyak Venezuela pertama senilai US$500 juta, dengan sejumlah transaksi lanjutan disebut sedang disiapkan.

Sejumlah analis yang dikutip Reuters menilai Rusia berpotensi menanggung kerugian besar dari keterlibatannya di sektor energi Venezuela. Stephen Sestanovich, senior fellow di Council on Foreign Relations, menulis bahwa investasi Rusia di industri minyak Venezuela selama dua dekade terakhir kemungkinan harus dihapusbukukan. Ia juga memperkirakan perdagangan bilateral Rusia–Venezuela senilai sekitar US$2 miliar hingga US$3 miliar per tahun berpotensi terhenti sepenuhnya.

Roszarubezhneft sendiri dibentuk pada 2020 setelah sanksi AS terhadap unit Rosneft yang memperdagangkan minyak Venezuela memaksa perusahaan minyak terbesar Rusia itu hengkang dari negara tersebut. 

Pada November 2025, Majelis Nasional Venezuela menyetujui perpanjangan 15 tahun joint venture antara PDVSA dan unit Roszarubezhneft yang berbasis di Moskwa, Petromost. Proyek ini mencakup rencana produksi sekitar 91 juta barel minyak dari ladang Boqueron dan Perija, dengan estimasi investasi mencapai US$616 juta.

Hingga kini, Presiden Rusia Vladimir Putin belum menyampaikan pernyataan publik terkait operasi AS yang berujung pada penangkapan Maduro pada 3 Januari. Namun, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam langkah tersebut sebagai “tindakan agresi bersenjata” dan pelanggaran kedaulatan negara, serta menyerukan agar Washington segera membebaskan Maduro dan istrinya.

Maduro saat ini menghadapi berbagai dakwaan perdagangan narkoba di pengadilan federal Manhattan. Ia menyatakan tidak bersalah dan ditahan setidaknya hingga sidang lanjutan yang dijadwalkan pada 17 Maret.