Proyek Giant Sea Wall Jakarta dijadwalkan dimulai September 2026 setelah banjir rob merendam sebagian besar Jakarta Utara.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan proyek Giant Sea Wall (GSW) dijadwalkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada September 2026. Kepastian jadwal itu disampaikan menyusul banjir rob yang merendam sekitar 80 persen wilayah Jakarta Utara pada akhir pekan lalu.

Pramono mengatakan pelaksanaan proyek masih menunggu arahan pemerintah pusat karena GSW berstatus Proyek Strategis Nasional. Namun, ia menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menjalankan porsi pembangunan yang menjadi tanggung jawab daerah.

“Tentang Giant Sea Wall, kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat. Kapan dimulainya? Rencana konkretnya itu mulai bulan September tahun ini,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, porsi pembangunan tanggul laut untuk Jakarta bertambah atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Semula, Jakarta bertanggung jawab membangun sepanjang 12 kilometer, namun kini bertambah 7 kilometer menjadi total 19 kilometer.

“Mau 12, mau 19, Jakarta akan mengerjakan,” tegas Pramono.

Secara keseluruhan, proyek GSW dirancang membentang sepanjang 535 kilometer di Pantai Utara Jawa (Pantura), dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur. Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga US$80 miliar atau sekitar Rp1.280 triliun dan ditujukan untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim.

Presiden Prabowo sebelumnya menekankan urgensi proyek tersebut dengan merujuk pada laju kenaikan muka air laut di Pantura yang mencapai sekitar 5 sentimeter per tahun. Dampaknya dinilai langsung mengancam permukiman, kawasan industri, dan lahan pertanian.

Dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan pada Oktober 2025, Prabowo menempatkan GSW sebagai proyek penting bagi ketahanan ekonomi nasional. 

“Karena Pantura juga kalau tidak salah 60 persen industri kita ada di Pantura. Dan puluhan ribu hektare sawah-sawah yang subur juga di situ. Harus kita selamatkan,” kata Prabowo.

Sambil menunggu dimulainya proyek utama GSW, Pemprov DKI Jakarta melanjutkan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sepanjang pantai utara Jakarta. Dari total rencana 28,2 kilometer, hingga kini baru 11,8 kilometer yang telah terbangun.

Sepanjang 2025, Pemprov DKI menyelesaikan pembangunan tanggul Ancol sepanjang 1,2 kilometer, tanggul mitigasi Muara Angke sepanjang 1,1 kilometer, serta Baywalk Pluit sepanjang 400 meter dari target 600 meter. Pada 2026, anggaran pembangunan difokuskan pada tiga titik, yakni Pluit sepanjang 530 meter, Muara Angke 350 meter, dan Kali Lencong 750 meter.

Pramono menambahkan, konsep pembangunan tanggul laut tidak semata berbasis struktur beton, tetapi juga memperhatikan aspek tata ruang dan lingkungan kawasan pesisir. 

“Saya minta semua yang seperti itu jangan hanya berdiri tembok atau beton saja, tetapi ada tamannya,” ujarnya.