Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dilantik menjadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional. | Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden


Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Dewan Energi Nasional (DEN) dan melantik Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian DEN dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Penunjukan ini menempatkan Bahlil sebagai pemegang kendali operasional dan koordinator utama kebijakan energi nasional.

Dalam struktur DEN, Presiden bertindak sebagai Ketua dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua. Posisi Ketua Harian diemban untuk mengawal pelaksanaan teknis kebijakan, menjembatani koordinasi lintas kementerian, serta memastikan agenda strategis energi berjalan sesuai arahan Presiden.

Pelantikan tersebut sekaligus mengesahkan 15 anggota DEN yang terdiri atas unsur pemerintah dan unsur pemangku kepentingan. Dari unsur pemerintah, anggota DEN mencakup Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol.

Sementara itu, delapan anggota dari unsur pemangku kepentingan berasal dari berbagai latar belakang, yakni Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono. 

Seluruhnya telah melalui proses fit and proper test di DPR RI pada akhir November 2025, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Usai pelantikan, Bahlil menegaskan bahwa DEN di bawah kepemimpinannya diarahkan untuk mewujudkan swasembada, ketahanan, dan kemandirian energi. Ia menyebut agenda tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo.

“Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi, yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan DEN,” ujar Bahlil di Istana Negara.

Menurut Bahlil, sektor energi menjadi perhatian khusus Presiden dan sejalan dengan Asta Cita, terutama pada poin ketahanan energi dan ketahanan pangan. Ia menyebut penempatan energi sebagai prioritas pembangunan ditegaskan berulang kali oleh Presiden dalam berbagai kesempatan.

“Ini adalah sebagai bentuk komitmen Bapak Presiden, yang mempunyai perhatian khusus dalam rangka menempatkan energi sebagai skala prioritas pembangunan. Karena dalam berbagai kesempatan di Asta Cita nomor dua, Bapak Presiden selalu berbicara tentang ketahanan energi dan ketahanan pangan,” katanya.

Bahlil juga menyampaikan bahwa DEN akan segera menggelar rapat perdana dan melaporkan kepada Presiden untuk pelaksanaan sidang pertama. Sejumlah fokus utama yang menjadi arahan Presiden, menurut dia, mencakup penguatan kedaulatan energi tanpa intervensi pihak luar, peningkatan ketahanan energi, hingga pencapaian kemandirian dan swasembada energi.

Ia menyinggung masih tingginya ketergantungan impor bahan bakar minyak. Saat ini, impor BBM Indonesia masih berada di kisaran lebih dari 30 juta kiloliter per tahun, baik untuk solar maupun bensin.

“Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itulah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap dan akan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada,” ujar Bahlil.

Sebagai lembaga strategis, DEN memiliki mandat untuk merumuskan, menetapkan, dan mengawasi kebijakan energi nasional. Dengan penempatan Ketua Harian yang juga menjabat Menteri ESDM, pemerintah menargetkan koordinasi kebijakan energi dapat berjalan lebih terintegrasi, terutama dalam mengawal agenda kedaulatan, ketahanan, dan swasembada energi nasional.