Momen kepulangan Presiden Prabowo Subianto ke Indonesia pada 24 November 2024 setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja luar negeri selama 16 hari. | Tim media Prabowo

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air pada Sabtu (24/1/2026) sore usai merampungkan rangkaian lawatan kerja ke Inggris, Swiss, dan Prancis sejak 18 Januari. Pesawat Kepresidenan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 17.25 WIB dan disambut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Herindra.

Rangkaian kunjungan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen kerja sama di bidang investasi, maritim, pendidikan, serta penguatan kemitraan strategis. Agenda luar negeri itu berlangsung di tengah upaya pemerintah memperluas jejaring ekonomi dan geopolitik Indonesia, khususnya di Eropa, dengan fokus pada investasi, penguatan sektor riil, serta posisi Indonesia dalam forum global. 

Momentum forum internasional juga digunakan untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional pada tahun pertama pemerintahan baru.

Hasil kunjungan ke Inggris

Kunjungan ke Inggris berlangsung pada 18–21 Januari 2026. Presiden Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Keir Starmer di 10 Downing Street dan bertemu Raja Charles III.

Dari agenda tersebut, Indonesia memperoleh komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan tiga poin utama hasil pembicaraan dengan PM Starmer, yakni komitmen investasi, penguatan kerja sama sektor maritim, serta kesepakatan pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan dirakit dan diproduksi di Indonesia. Program itu diperkirakan menciptakan sekitar 600.000 lapangan kerja.

Di luar agenda pemerintahan, Presiden juga berdialog dengan 24 profesor dari universitas anggota Russell Group. Pertemuan tersebut membahas rencana pendirian 10 kampus baru di Indonesia, terutama pada bidang kedokteran dan STEM, yang dikaitkan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas pendidikan tinggi serta sumber daya manusia di sektor sains dan kesehatan.

Pidato Prabowonomics di WEF

Agenda di Swiss berpusat pada kehadiran Presiden dalam World Economic Forum 2026 di Davos pada 22 Januari. Dalam pidato kunci, Prabowo memperkenalkan konsep Prabowonomics yang merangkum capaian awal pemerintahannya.

Ia menyinggung pembentukan Danantara sebagai sovereign wealth fund dengan aset kelolaan disebut mencapai US$1 triliun, serta pelaksanaan program makan bergizi gratis. Forum tersebut dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan sekitar 1.000 CEO perusahaan global.

Kehadiran Indonesia dimanfaatkan untuk mempromosikan peluang investasi sekaligus menyampaikan arah kebijakan fiskal dan pembangunan sosial pemerintah. Partisipasi dalam forum itu menempatkan Indonesia dalam percakapan ekonomi global yang lebih luas, termasuk isu ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian lawatan ditutup dengan kunjungan ke Paris pada 23 Januari 2026 atas undangan Presiden Emmanuel Macron. Pertemuan berlangsung sekitar 2,5 jam dalam jamuan makan malam privat di Istana Élysée. 

Menurut keterangan yang disampaikan pihak Prancis, kedua pemimpin sepakat memperkuat kemitraan strategis lintas sektor serta menyelaraskan pandangan terkait sejumlah isu global. Pembahasan juga mencakup peran Prancis sebagai tuan rumah pertemuan G7 dan posisi negara mitra dalam dinamika kerja sama internasional saat ini.