![]() |
| Prabowo Subianto, Presiden RI. | BPMI Setpres |
Presiden RI Prabowo Subianto mendorong penguatan nasionalisme di kalangan pimpinan dan pekerja BUMN dengan mencontoh Jepang dan Korea Selatan. Pesan itu disampaikan saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026), dengan penekanan pada peran nasionalisme dan disiplin kerja sebagai penopang kekuatan ekonomi.
Dalam acara yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menilai nasionalisme di Jepang dan Korea tercermin dari budaya kerja yang menjunjung tinggi simbol negara. Ia mencontohkan kebiasaan karyawan perusahaan di kedua negara yang berdiri saat lagu kebangsaan diputar sebagai bentuk penghormatan dan loyalitas.
Menurut Prabowo, meski tidak memiliki sumber daya alam sebesar Indonesia, kedua negara tersebut mampu menjadi kekuatan ekonomi karena ditopang semangat kebangsaan yang kuat dan disiplin kerja tinggi.
Ia menegaskan, semangat serupa perlu tumbuh di lingkungan strategis seperti Pertamina, terutama di tengah upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional.
Proyek RDMP Balikpapan dirancang untuk meningkatkan kapasitas kilang dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak, sehingga memiliki nilai strategis dalam konteks ketahanan energi.
Di hadapan jajaran manajemen dan pekerja, Prabowo menekankan peran sentral pemimpin dalam membangun budaya nasionalisme di organisasi. Teladan dari pimpinan, menurut dia, menjadi faktor penentu arah sikap dan etos kerja di lapangan.
“Kita harus contoh Jepang, Korea, bangsa yang tidak punya sumber daya seperti kita, tapi kuat, nasionalismenya kuat,” kata Prabowo dalam sambutannya. Ia menambahkan, “Semangat nasionalis, semangat patriotik, cinta tanah air ini yang harus mendorong semua jajaran Pertamina.”
Lebih jauh, Presiden mengingatkan bahwa kepemimpinan di perusahaan negara tidak hanya soal kinerja bisnis, tetapi juga integritas. Ia mengutip semboyan Ki Hajar Dewantara, Ing ngarso sung tulodo, untuk menegaskan bahwa pemimpin harus memberi contoh nyata kepada bawahannya.
“Terutama yang paling atas. Karena kita mengerti sifat manusia, yang menentukan adalah para pemimpin,” ujar Prabowo. Menurut dia, perilaku pimpinan akan membentuk kultur organisasi, termasuk dalam hal komitmen terhadap antikorupsi.
Pesan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah memperkuat peran BUMN sebagai tulang punggung sektor strategis, khususnya energi, pada awal 2026.
Di saat yang sama, tantangan global mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga transisi menuju energi bersih menjadi konteks bagi dorongan penguatan daya saing industri nasional.

0Komentar