![]() |
| Presiden Prabowo Subianto di Pertemuan APEC. | Foto/BPMI |
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kunci dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. Dalam forum yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tercatat akan hadir secara langsung.
Forum ekonomi tahunan ke-56 ini berlangsung pada 19–23 Januari 2026 dengan tema A Spirit of Dialogue. Berdasarkan agenda resmi WEF, pidato khusus (special address) Presiden Prabowo dijadwalkan pada pukul 14.00–14.30 waktu setempat (CET). Sesi tersebut akan dipandu bersama Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.
Pemerintah menyebut kehadiran Presiden Prabowo sebagai bagian dari partisipasi aktif Indonesia dalam forum global tersebut.
“Di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 peserta,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kepada wartawan, Minggu (18/1).
WEF Davos menjadi ajang tahunan pertemuan pemimpin politik, pelaku usaha, dan organisasi internasional untuk membahas arah perekonomian global. Pada 2026, forum ini diikuti puluhan kepala negara dan pemerintahan serta ribuan delegasi sektor publik dan swasta. Kehadiran Presiden Prabowo menempatkan Indonesia dalam rangkaian diskusi tingkat tinggi terkait pertumbuhan ekonomi, stabilitas global, dan kerja sama lintas negara.
Di sisi lain, Donald Trump diperkirakan hadir secara langsung di Davos untuk pertama kalinya sejak 2020, setelah sebelumnya mengikuti forum secara virtual. Laporan AP News yang dikutip Kumparan menyebut Trump memimpin delegasi Amerika Serikat terbesar dalam sejarah WEF, dengan lebih dari 300 pejabat, termasuk lima anggota kabinet. Di antaranya Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Keuangan Scott Bessent.
Trump dijadwalkan menyampaikan pidato pada Rabu serta menggelar pertemuan dengan sejumlah CEO global dari sektor keuangan, kripto, dan konsultan.
Bagi Indonesia, partisipasi Presiden Prabowo di Davos juga dipandang memiliki dimensi ekonomi dan diplomasi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut forum tersebut sebagai ruang untuk memperluas peluang kerja sama internasional.
“Di forum ekonomi dunia ini, tentu menjadi bagian dari upaya kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara sahabat,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (19/1).
Selain pidato resmi, Presiden Prabowo diagendakan melakukan dialog strategis dengan para CEO perusahaan multinasional selama berada di Davos. Pertemuan tersebut lazim dimanfaatkan untuk menjajaki peluang investasi, kemitraan industri, serta pertukaran pandangan mengenai iklim usaha global.
WEF 2026 juga menghadirkan sejumlah pemimpin dunia lain dalam sesi pidato khusus, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Argentina Javier Milei, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Sebelum bertolak ke Davos, Presiden Prabowo dijadwalkan menjalani kunjungan kerja ke London, Inggris. Dalam agenda tersebut, ia akan bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III untuk membahas kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan maritim. Rangkaian kunjungan ini menjadi bagian dari agenda diplomasi Presiden Prabowo menjelang partisipasinya di WEF 2026.

0Komentar