Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers perkembangan ekonomi terkini.


Presiden Prabowo Subianto turun langsung memantau tekanan berat yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, menyusul anjloknya pasar saham hingga 8% yang memicu penghentian sementara perdagangan dua hari berturut-turut. Pemerintah menegaskan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah gejolak tersebut.

Pemantauan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Menurut Airlangga, Presiden secara aktif mengikuti perkembangan pasar modal setelah muncul respons negatif dari investor global.

“Bapak Presiden sudah memonitor terkait perkembangan pasar modal akibat dari apa yang dilakukan oleh MSCI dan juga dilakukan oleh lembaga rating seperti UBS dan Goldman Sachs,” ujar Airlangga.

Tekanan di pasar saham dipicu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 27 Januari 2026 yang membekukan penyesuaian indeks saham Indonesia. Keputusan itu diambil setelah MSCI menyoroti isu transparansi kepemilikan saham dan indikasi coordinated trading. MSCI memberi tenggat hingga Mei 2026 untuk perbaikan tata kelola, dengan risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market jika tidak ada kemajuan.

Dampaknya segera terasa di pasar domestik. IHSG terkoreksi tajam hingga mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan trading halt selama 30 menit pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) setelah indeks anjlok 8% dalam dua sesi beruntun. Di tengah tekanan tersebut, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri pada Jumat pagi sebagai bentuk tanggung jawab manajerial atas gejolak yang terjadi.

Merespons situasi itu, pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis berdasarkan arahan Presiden Prabowo. Pertama, percepatan demutualisasi BEI untuk meminimalkan potensi benturan kepentingan antara pengelola bursa dan para anggotanya. Kedua, kenaikan batas minimum free float emiten dari 7,5% menjadi 15% yang ditargetkan berlaku pada Maret 2026. Ketiga, peningkatan porsi investasi dana pensiun dan asuransi di pasar saham dari 8% menjadi 20%.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga menegaskan kondisi makroekonomi nasional tetap stabil. “Fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh. Koordinasi fiskal dan moneter berjalan dengan baik,” katanya.

Pasar merespons positif paket kebijakan tersebut. Pada perdagangan Jumat (30/1), IHSG ditutup menguat 1,18% ke level 8.329,61. Sebanyak 551 saham tercatat menguat, dengan sektor transportasi memimpin kenaikan sebesar 6,14%, disusul sektor keuangan yang naik 3,05%.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar memastikan kebijakan free float akan diterapkan dengan prinsip transparansi dan kepastian bagi emiten. Ia menyebut regulasi terkait demutualisasi BEI ditargetkan terbit pada kuartal I 2026, sejalan dengan agenda penguatan tata kelola pasar modal nasional.