Lapangan migas lepas pantai di Blok Mahakam yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam. | PHE

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasinya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), menemukan sumber daya minyak dan gas bumi dengan estimasi Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur. Temuan tersebut berasal dari pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x.

Pengeboran sumur MDP-1x dilakukan pada Desember 2025 dan dilaporkan secara resmi kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) pada 30 Desember 2025. Sumur ini dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan menunjukkan hasil uji alir awal yang signifikan.

Dalam pengujian awal, MDP-1x mampu memproduksi minyak hingga 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta gas sekitar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) dari interval yang diuji. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan rincian hasil pengujian setelah menerima laporan resmi dari operator.

“Pada pengetesan dengan 1/2 open hole didapatkan produksi minyak sebesar 2.840 barel per hari serta gas 4 juta SCFD,” kata Djoko.

Pengeboran MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE untuk mempercepat penambahan cadangan dan produksi dengan memanfaatkan infrastruktur migas yang telah tersedia di lapangan eksisting. Strategi ini menyasar area di sekitar lapangan yang telah berproduksi dan memasuki fase mature, sehingga pengembangan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng menyatakan keberhasilan sumur tersebut mencerminkan pendekatan eksplorasi yang adaptif di wilayah kerja yang telah lama beroperasi. Ia juga menekankan peran kolaborasi lintas lembaga dalam pencapaian ini.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM,” ujarnya.

Sejak mengelola Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi. Empat di antaranya berhasil menemukan potensi sumber daya, termasuk MDP-1x yang disebut sebagai salah satu temuan terbesar di wilayah kerja Mahakam dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan eksplorasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tingkat produksi di lapangan yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Sunaryanto menyatakan hasil eksplorasi MDP-1x akan segera ditindaklanjuti ke tahap pengembangan agar dapat memberikan kontribusi terhadap produksi migas nasional, khususnya di Kalimantan Timur.

Dalam pengeboran MDP-1x, target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan yang tinggi. Namun, PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya pada lapisan yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS). Uji alir dilakukan pada interval sepanjang 25,5 meter dan menunjukkan reservoir karbonat serta batu pasir di kedua formasi tersebut memiliki kemampuan produksi yang dinilai menjanjikan.

Temuan di South Mahakam ini dilaporkan PHE dan PHM sebagai bagian dari program kerja hulu migas yang berada di bawah pengawasan SKK Migas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.