![]() |
| Ilustrasi pipa gas PT PGN Tbk. | PGN |
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak untuk mempercepat perluasan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas). Langkah ini ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan ketergantungan impor energi, terutama LPG.
Inisiatif tersebut disampaikan manajemen PGN di Jakarta, Minggu (25/1/2026), di tengah dorongan pemerintah untuk mempercepat transisi energi dan meningkatkan efisiensi neraca migas. PGN menilai pengembangan jargas memiliki dampak langsung terhadap pengurangan konsumsi energi berbasis impor yang selama ini membebani transaksi berjalan sektor migas.
Direktur Komersial PGN Aldiansyah Idham menyatakan kemitraan menjadi pilar utama dalam strategi pengembangan jargas di berbagai daerah. Menurut dia, percepatan pembangunan tidak dapat bertumpu pada satu pihak, mengingat kebutuhan investasi, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan wilayah yang beragam.
“PGN berkomitmen bahwa kemitraan berperan penting untuk memperkuat pilar strategi pengembangan jargas di berbagai daerah,” ujarnya.
Dalam kerangka tersebut, PGN membuka ruang kerja sama dengan instansi pemerintah, pengembang perumahan, pelaku real estat, hingga sektor swasta lain melalui skema kemitraan yang dirancang saling menguntungkan.
Sektor properti ditempatkan sebagai sasaran utama seiring pertumbuhan kawasan perumahan baru dan meningkatnya kebutuhan energi yang efisien serta rendah emisi.
Salah satu langkah konkret yang telah dijajaki adalah pengembangan jargas di proyek-proyek properti anggota Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI). Inisiatif ini ditandai dengan kesepakatan antara PGN dan Dewan Pengurus Pusat REI untuk mendorong pemanfaatan gas bumi di sektor perumahan sejak tahap perencanaan kawasan.
Aldiansyah menilai kemitraan dengan REI bernilai strategis karena organisasi tersebut memiliki jaringan anggota yang luas di berbagai daerah. Jangkauan tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi pengembangan jargas maupun bentuk kerja sama lain yang relevan dengan kebutuhan energi perumahan.
“Kerja sama ini bernilai strategis karena REI memiliki jaringan anggota yang luas, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk memperluas pemanfaatan jargas maupun kerja sama potensial lainnya,” kata dia.
PGN juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan teknis menyeluruh kepada mitra, mulai dari tahap desain jaringan, pembangunan, pengoperasian, penyaluran gas, hingga pemeliharaan infrastruktur jargas.
Dengan pengalaman panjang dalam pengelolaan pipa gas, integrasi infrastruktur sejak awal pembangunan kawasan dinilai dapat meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menekan risiko teknis.
Saat ini, PGN melayani lebih dari 821.000 sambungan rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan memiliki rekam jejak pembangunan lebih dari 19.000 kilometer pipa gas dan mengelola jaringan infrastruktur gas terintegrasi dengan total panjang lebih dari 35.000 kilometer.
Di tingkat regional, ekspansi jargas diarahkan ke wilayah dengan pertumbuhan permukiman dan aktivitas ekonomi yang relatif tinggi. PGN Batam, misalnya, menargetkan pembangunan 10.000 sambungan jargas sepanjang 2026. Pemasangan dijadwalkan mulai Maret 2026 dan difokuskan di Kecamatan Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota, seiring kepadatan penduduk dan kesiapan infrastruktur pendukung di wilayah tersebut.
Manajemen PGN menempatkan program jargas sebagai bagian dari layanan energi berkelanjutan yang mengedepankan aspek keamanan, keterjangkauan, dan efisiensi. Selain menekan biaya energi rumah tangga, pemanfaatan gas bumi dipandang lebih bersih dibandingkan bahan bakar fosil lain yang umum digunakan di sektor domestik.
“Kami terus bergerak maju agar masyarakat mendapatkan akses energi yang berkelanjutan. Jargas adalah bentuk konkret menghadirkan energi yang lebih bersih, aman, dan terjangkau,” ujar Aldiansyah.
Langkah memperluas kolaborasi ini berlangsung di tengah upaya pemerintah mendorong pemanfaatan energi domestik dan mengurangi tekanan impor migas. Dengan melibatkan sektor properti dan pemangku kepentingan lain sejak tahap awal, PGN menempatkan pengembangan jargas sebagai bagian dari penguatan infrastruktur energi rumah tangga yang terintegrasi dengan pertumbuhan kawasan hunian.

0Komentar