Plaza Bhinneka Tunggal Ika yang terletak di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. | Instagram/ikn_id

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggandeng Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembang properti asal Uni Emirat Arab, untuk membangun kawasan terpadu senilai Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kerja sama diteken di Dubai, Jumat (23/1/2026), oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Sudiro Roi Santoso dan Chairman Ayedh Dejem Group Syeikh Ayedh Dejem.

Proyek memanfaatkan lahan 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, di sisi Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Rencana pengembangan mencakup kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, serta masjid.

Pembangunan fisik dijadwalkan mulai pertengahan 2027 setelah perencanaan detail, perizinan, dan lelang kontraktor rampung. Tahap awal tersebut ditargetkan berlangsung paling lambat satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian. Skema ini ditempatkan sebagai bagian dari pola pembiayaan kolaboratif pemerintah dan investor swasta untuk mempercepat pengembangan kawasan inti pemerintahan.

Sudiro menjelaskan tahapan proyek masih berfokus pada pendalaman desain dan administrasi. 

“Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetailan di perencanaan kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian,” ujarnya dalam keterangan resmi Humas OIKN.

Dari sisi investor, Ayedh Dejem Group memandang Indonesia sebagai pasar properti yang prospektif. Syeikh Ayedh Dejem menyebut ukuran populasi dan posisi ekonomi Indonesia membuka ruang ekspansi jangka panjang. 

“Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” katanya.

Penjajakan kerja sama berlangsung sejak Mei 2025. Perusahaan berbasis di Dubai itu telah meninjau lokasi proyek di IKN dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025. Dalam keterangan di situs resminya, Ayedh Dejem Group menyebut diri sebagai perusahaan GCC pertama yang masuk ke proyek Nusantara.

OIKN mencatat investasi swasta di IKN per awal Januari 2026 mencapai Rp66 triliun dari 55 investor lintas sektor. Proyek yang berjalan meliputi pengembangan komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan, kesehatan, hingga hunian, dengan masuknya Ayedh Dejem Group menambah daftar investor asing di kawasan inti pemerintahan.