Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Mansudae Art Studio di Pyongyang pada 25 Januari untuk meninjau pembuatan patung memorial bagi tentara Korea Utara yang gugur saat bertempur bersama pasukan Rusia di Ukraina, menurut kantor berita pemerintah KCNA, Minggu. Karya itu disiapkan untuk Museum Memorial Prestasi Tempur pada Operasi Militer Luar Negeri yang tengah dibangun di ibu kota.
Dalam kunjungan tersebut, Kim disebut memberi arahan langsung mengenai detail artistik proyek. KCNA melaporkan ia menilai patung-patung itu akan menjadi simbol penghormatan negara terhadap prajurit yang tewas dalam operasi luar negeri. Proyek museum ini menjadi yang pertama di Korea Utara yang secara khusus mengenang tentara yang gugur di luar wilayahnya.
Langkah tersebut berkaitan dengan pakta pertahanan bersama Pyongyang dan Moskwa yang diteken pada 2024. Berdasarkan sejumlah sumber intelijen Korea Selatan, Ukraina, dan Barat, Korea Utara mengirim sekitar 14.000 personel untuk membantu operasi Rusia di wilayah Kursk, Ukraina. Dari jumlah itu, lebih dari 6.000 dilaporkan tewas dalam pertempuran.
Pembangunan museum memorial dimulai pada Oktober 2025. Awal bulan ini, Kim mendatangi lokasi proyek bersama istrinya Ri Sol-ju dan putrinya Ju-ae untuk mengikuti seremoni penanaman pohon, menurut laporan KCNA saat itu.
Di studio seni negara tersebut, KCNA mengutip pernyataan Kim bahwa patung-patung itu akan “menyampaikan selamanya prestasi legendaris dan kehidupan mulia dari putra-putra DPRK yang mengagumkan, para pembela kehormatan”. Ia juga menekankan perlunya “penggambaran artistik yang tinggi dan kesempurnaan yang mendetail dalam semua aspek” agar pengunjung dapat “merasakan keyakinan akan kemenangan yang dipegang teguh oleh para prajurit pahlawan”.
Mansudae Art Studio dikenal sebagai fasilitas seni utama milik negara yang memproduksi patung, monumen, dan karya visual berskala besar untuk kepentingan negara, termasuk potret resmi keluarga Kim.
Kunjungan Kim berlangsung di tengah persiapan menuju Kongres ke-9 Partai Buruh yang diperkirakan digelar awal Februari. Hong Min, peneliti senior di Korea Institute for National Unification, memperkirakan kongres kemungkinan dibuka antara 6 hingga 10 Februari.
Para analis menilai agenda tersebut berpotensi diiringi parade militer besar, kemungkinan berdekatan dengan Hari Bintang Bersinar pada 16 Februari, peringatan ulang tahun mantan pemimpin Kim Jong Il. Forum lima tahunan itu biasanya menetapkan garis kebijakan utama negara untuk periode berikutnya.
Sejumlah pengamat juga memperkirakan kemungkinan dimasukkannya “Pemikiran Revolusioner Kim Jong Un” ke dalam piagam Partai Buruh, sebagaimana berkembang dalam wacana internal partai, menurut analisis sejumlah lembaga riset Korea Selatan.

0Komentar