![]() |
| Bendera AS dan Uni Eropa digambarkan selama kunjungan Wakil Presiden Mike Pence ke markas besar Komisi Eropa di Brussels, Belgia, 20 Februari 2017. | Reuters/Francois Lenoir |
Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil memperingatkan memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Eropa saat tiba di Washington pada Senin (12/1/2026) untuk menghadiri pertemuan menteri keuangan G7. Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya gesekan transatlantik terkait independensi bank sentral, isu Greenland, serta arah kebijakan luar negeri AS.
Klingbeil mengatakan jarak pandang antara kedua pihak kian melebar dan berisiko bagi stabilitas global. Pernyataan tersebut disampaikannya menjelang rangkaian pertemuan yang dipimpin Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
“Kami melihat bahwa perbedaan-perbedaan itu semakin membesar,” ujar Klingbeil kepada Associated Press. Menurut dia, menjauhnya Eropa dan AS akan merugikan tatanan ekonomi dan politik dunia.
Isu independensi bank sentral menjadi salah satu sorotan utama. Klingbeil menanggapi meningkatnya tekanan dari pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Federal Reserve, menyusul pernyataan Ketua Jerome Powell pada Minggu (11/1/2026), terkait panggilan pengadilan grand jury oleh Departemen Kehakiman AS. Panggilan tersebut disebut mengancam tuntutan pidana atas kesaksian Powell di Kongres mengenai proyek renovasi kantor pusat bank sentral.
Menanggapi penyelidikan itu, Klingbeil menegaskan posisi Berlin yang konsisten menjaga otonomi kebijakan moneter.
“Kami di Jerman sangat mementingkan independensi bank sentral,” katanya, seraya menambahkan bahwa isu tersebut merupakan “garis merah” bagi dirinya sebagai menteri keuangan.
Powell sebelumnya menyebut langkah hukum itu sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. Dalam pesan video pada Minggu Malam (11/1/2026), ia mengatakan ancaman tuntutan pidana tersebut dimaksudkan untuk menekan Federal Reserve agar menurunkan suku bunga sesuai keinginan Presiden Trump, bukan berdasarkan penilaian kebijakan bank sentral.
Selain itu, Klingbeil juga menentang kembali menguatnya pernyataan Trump mengenai kemungkinan mencaplok Greenland, baik melalui pembelian maupun penggunaan kekuatan militer. Ia menegaskan prinsip hukum internasional harus berlaku bagi semua negara, termasuk AS.
“Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan masa depan Greenland. Kedaulatan dan integritas wilayah harus dihormati,” ujar Klingbeil menjelang keberangkatannya ke AS pada 11 Januari 2026.
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat (9/1/2026), bahwa Washington “akan melakukan sesuatu terhadap Greenland, mau tidak mau”. Menanggapi hal tersebut, Klingbeil menyatakan negara-negara NATO seharusnya memperkuat keamanan kawasan Arktik secara kolektif.
Meski menyebut dirinya “sangat transatlantik”, Klingbeil mengakui komunikasi dengan mitra AS kini semakin menantang. Jajak pendapat ARD Deutschlandtrend terbaru menunjukkan hanya satu dari tujuh warga Jerman yang masih memandang AS sebagai mitra yang dapat diandalkan, angka terendah sejak survei bulanan itu dilakukan.
Pertemuan G7 di Washington pada Senin (12/1/2026), membahas pengamanan rantai pasokan mineral kritis sebagai bagian dari upaya negara-negara Barat mengurangi ketergantungan pada China. Klingbeil mengatakan Jerman berkepentingan memperluas kerja sama internasional untuk memperkuat keamanan pasokan bahan baku strategis tersebut.

0Komentar