![]() |
| Menara telekomunikasi milik Mitratel, anak perusahaan Telkom Indonesia yang mengoperasikan menara BTS. | Telkom |
Para insinyur di Finlandia mendemonstrasikan teknologi wireless power transfer yang memungkinkan listrik dikirim melalui udara tanpa kabel, colokan, atau kontak fisik. Teknologi ini diuji pada awal Januari 2026 dengan memanfaatkan sinyal radio frequency (RF) atau medan elektromagnetik berfrekuensi tinggi untuk menyalurkan energi dari pemancar ke perangkat penerima dalam jarak tertentu.
Pengujian tersebut dilakukan oleh tim peneliti yang berafiliasi dengan sejumlah institusi riset teknologi di Finlandia, termasuk University of Oulu dan Tampere University. Dalam demonstrasi itu, energi listrik dipancarkan melalui udara dan ditangkap oleh perangkat yang dilengkapi penerima khusus, tanpa memerlukan kabel maupun baterai konvensional. Energi yang diterima dapat langsung digunakan untuk menyalakan atau mengoperasikan perangkat elektronik berdaya rendah.
Teknologi ini bekerja dengan prinsip far-field RF wireless energy transfer, berbeda dengan sistem pengisian daya nirkabel yang umum digunakan pada ponsel saat ini. Pada teknologi yang telah beredar, transfer energi hanya efektif dalam jarak sangat dekat—biasanya beberapa sentimeter—melalui induksi magnetik. Pendekatan baru ini memungkinkan energi menjangkau perangkat yang berada lebih jauh dari sumber pemancar, meski dengan tingkat efisiensi yang masih terbatas.
Dalam tahap awal pengujian, fokus diarahkan pada perangkat berdaya rendah seperti sensor pintar, perangkat Internet of Things (IoT), dan modul komunikasi kecil. Perangkat-perangkat tersebut dapat menerima suplai listrik selama berada dalam jangkauan medan energi yang dipancarkan.
Menurut laporan Tech Times, sistem ini dirancang agar penerima dapat memanen daya dari sinyal RF yang telah dioptimalkan, termasuk melalui penyesuaian gelombang yang sebelumnya digunakan untuk komunikasi data.
Pengembangan riset ini berangkat dari kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada baterai, khususnya pada jaringan IoT berskala besar. Selama ini, pemeliharaan perangkat IoT kerap terkendala umur baterai yang terbatas, terutama di lokasi terpencil atau sulit dijangkau. Dengan teknologi listrik nirkabel jarak jauh, sensor dan perangkat kecil berpotensi beroperasi lebih lama tanpa penggantian baterai rutin.
Sejumlah peneliti di Finlandia menempatkan pendekatan ini sebagai solusi potensial bagi pengembangan kota pintar. Sensor lingkungan, pemantau kualitas udara, hingga perangkat pemantauan infrastruktur dapat dipasang tanpa penarikan kabel listrik atau penggantian baterai berkala. Teknologi serupa juga dipertimbangkan untuk perangkat medis implan, di mana penggunaan kabel atau baterai berukuran besar tidak memungkinkan.
Peneliti dari Tampere University yang terlibat dalam riset tersebut menjelaskan bahwa pengembangan difokuskan pada peningkatan efisiensi sistem secara keseluruhan. “Kami merancang model dan gelombang sinyal yang tidak hanya membawa data, tetapi juga energi yang bisa dipanen secara efektif oleh perangkat penerima,” ujarnya, seperti dikutip Tech Times.
Meski demikian, teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Efisiensi transfer energi menurun seiring bertambahnya jarak antara pemancar dan penerima akibat kehilangan daya selama propagasi sinyal. Di sisi lain, peningkatan daya pancar juga dibatasi regulasi keselamatan terkait paparan gelombang elektromagnetik bagi manusia dan lingkungan.
Cakupan penggunaan juga masih terbatas. Saat ini, sistem tersebut baru mampu memasok energi untuk perangkat kecil dengan kebutuhan daya rendah. Untuk perangkat yang memerlukan daya lebih besar, seperti peralatan rumah tangga atau kendaraan listrik, teknologi ini belum dapat diterapkan secara praktis. Para peneliti menyatakan pengembangan lanjutan masih diperlukan sebelum sistem ini dapat digunakan secara luas di ruang publik atau kawasan perkotaan.
Laporan Tech Times juga mengaitkan riset ini dengan pengembangan jaringan komunikasi generasi berikutnya, termasuk 5G dan 6G. Integrasi antara jaringan komunikasi dan suplai energi nirkabel diposisikan sebagai salah satu jalur menuju ekosistem IoT tanpa baterai, meski penerapannya masih memerlukan waktu dan pengujian lanjutan.
Saat ini, teknologi listrik nirkabel jarak jauh yang dikembangkan di Finlandia masih berada pada tahap riset dan uji coba terbatas. Penggunaan komersial pada skala rumah tangga maupun kota belum direncanakan dalam waktu dekat, sambil menunggu peningkatan efisiensi, perluasan jangkauan, serta kepastian regulasi terkait keamanan dan standar penggunaan.

0Komentar