Prabowo Subianto, Presiden RI.


Potongan video pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal perlunya jaminan keamanan bagi Israel kembali beredar dan viral di media sosial pada Januari 2026. Video itu dinarasikan seolah-olah Prabowo mendukung Israel dan mengabaikan kepentingan Palestina.

Penelusuran menunjukkan, video yang beredar merupakan potongan wawancara Prabowo dengan wartawan seusai pidato Indonesia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, pada 24 September 2025. Narasi yang berkembang di media sosial tidak mencerminkan konteks utuh pernyataan tersebut dan menghilangkan sejumlah bagian penting terkait sikap Indonesia terhadap Palestina.

Pernyataan di Forum PBB

Presiden Prabowo berada di New York pada September 2025 untuk menghadiri rangkaian pertemuan tingkat tinggi PBB. Pada 22 September 2025, ia menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB mengenai Solusi Dua Negara Palestina–Israel. Sehari kemudian, pada 23 September 2025, Prabowo berpidato di Sidang Umum PBB ke-80, dengan Indonesia mendapat giliran ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat.

Di hadapan Majelis Umum PBB, Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong penyelesaian konflik melalui solusi dua negara. 

Dalam bagian pidato yang kemudian banyak dikutip, ia menyatakan, “Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui, menghormati, dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara.”

Pernyataan itu disampaikan dalam kerangka diplomasi internasional mengenai penyelesaian konflik Palestina–Israel yang selama ini didorong PBB dan komunitas internasional.


Wawancara Usai Sidang Umum

Sehari setelah pidato Sidang Umum PBB, pada 24 September 2025, Prabowo memberikan wawancara singkat kepada wartawan. Potongan wawancara inilah yang kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam pernyataan lengkapnya, Prabowo menjelaskan tujuan kehadiran Indonesia di PBB serta penekanan utama yang ia sampaikan. 

“Alhamdulillah saya menggunakan panggung itu untuk menyampaikan sikap Indonesia, terutama mendorong penyelesaian konflik di semua tempat. Tapi yang paling utama bagi kita, kita sangat merasakan jeritan penderitaan rakyat Gaza,” ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung respons sejumlah pemimpin dunia terhadap sikap Indonesia. “Banyak sekali yang positif. Kita dianggap realistis dan dianggap seimbang,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Prabowo kemudian menyebut soal jaminan keamanan Israel sebagai bagian dari prasyarat perdamaian. 

“Saya juga terang-terangan mengatakan kalau perdamaian hanya bisa datang kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel,” tutur Prabowo.

Bagian awal pernyataan mengenai penderitaan rakyat Gaza serta kerangka solusi dua negara tidak muncul dalam potongan video yang viral.

Konteks yang Terpotong

Penelusuran terhadap video utuh menunjukkan sejumlah konteks kunci hilang dalam potongan yang beredar. Pertama, pernyataan Prabowo tentang dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina, termasuk penekanan pada penderitaan warga sipil Gaza. Kedua, penegasan bahwa jaminan keamanan Israel ditempatkan dalam kerangka solusi dua negara, bukan sebagai dukungan sepihak atau pengakuan tanpa syarat. Ketiga, komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian, termasuk kesiapan mengirim personel TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian apabila diminta oleh PBB.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Prabowo secara terbuka menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza. “Situasi di Gaza sedang terungkap di depan mata kita. Orang-orang tak berdosa menangis, meminta tolong untuk diselamatkan. Siapa yang akan menyelamatkan mereka?” kata Prabowo. 

Ia juga menyinggung dampak kelaparan, trauma, dan kerusakan yang dialami warga sipil akibat konflik berkepanjangan.

Narasi yang menuding Prabowo mendukung Israel pertama kali mencuat pada akhir September 2025. Pada 28 September 2025, sebuah akun media sosial X mengunggah foto baliho di Tel Aviv yang menampilkan wajah Prabowo bersama sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Baliho tersebut dikaitkan dengan kelompok Abraham Shield.

Dalam rentang 28–29 September 2025, potongan video wawancara Prabowo mulai beredar luas dengan narasi bahwa Indonesia berbalik mendukung Israel. Kementerian Luar Negeri RI kemudian memberikan klarifikasi resmi pada 30 September 2025.

Pada Januari 2026, potongan video yang sama kembali beredar dengan narasi seolah-olah pernyataan tersebut merupakan sikap baru Presiden Prabowo.

Sikap Resmi Pemerintah

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI saat itu, Yvonne Mawengkang, menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak berubah. “Posisi Indonesia sangat jelas bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel, baik melalui Abraham Accords maupun platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujar Yvonne pada 30 September 2025.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap resmi Indonesia yang selama ini disampaikan di berbagai forum internasional, termasuk PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam.

Dalam berbagai kesempatan, pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina diakui sebagai negara merdeka dan berdaulat. Indonesia juga menyatakan tidak bergabung dalam Abraham Accords atau inisiatif normalisasi lain yang tidak memenuhi prasyarat tersebut.

Pernyataan Presiden Prabowo mengenai jaminan keamanan Israel, sebagaimana tercantum dalam pidato dan wawancara utuhnya, disampaikan dalam kerangka diplomasi solusi dua negara yang selama ini menjadi posisi resmi Indonesia. 

Potongan video yang beredar luas di media sosial, berdasarkan penelusuran terhadap konteks dan pernyataan lengkap, tidak mencerminkan keseluruhan sikap yang disampaikan Presiden Prabowo di PBB pada September 2025.