Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (Ratas) dengan sejumlah menteri di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026) malam. | IG @sekretaris.kabinet


Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana awal sebesar US$125 juta atau sekitar Rp2,1 triliun untuk membangun kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor dengan Arm Holdings, perusahaan desain arsitektur prosesor asal Inggris. Kebijakan ini ditempatkan sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat industri teknologi masa depan sekaligus mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Menurut Airlangga, pendanaan itu disiapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan masih terbuka untuk ditingkatkan seiring perkembangan kerja sama.

“Pak Presiden menyiapkan US$125 juta untuk bekerja sama dengan Arm Inggris. Dan itu bisa ditingkatkan sampai lebih dari sana,” ujar Airlangga.

Langkah ini diambil di tengah kesadaran bahwa Indonesia relatif tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga dalam membangun industri semikonduktor. Malaysia, misalnya, telah lebih dulu menjalin kolaborasi dengan Arm Holdings senilai US$250 juta dalam kerja sama 10 tahun yang mencakup transfer teknologi serta pelatihan sekitar 10.000 insinyur.

Meski demikian, Airlangga menilai posisi Indonesia masih dapat dikejar melalui strategi catching up game dengan mengandalkan besarnya pasar domestik. Skala konsumsi nasional disebut menjadi modal penting untuk menarik investasi dan membangun ekosistem industri chip secara bertahap.

“Walaupun kita ketinggalan tidak apa-apa, ini namanya catching up game. Kita mengejar terhadap market yang kita punya besar,” katanya.

Arm Holdings dikenal sebagai perusahaan Inggris yang berfokus pada desain arsitektur prosesor semikonduktor berbasis RISC. Model bisnis Arm bertumpu pada lisensi kekayaan intelektual (intellectual property) kepada ratusan perusahaan global, mulai dari Apple, Qualcomm, Samsung, hingga Nvidia. Desain prosesor Arm digunakan luas pada smartphone, tablet, server, perangkat internet of things, pusat data, hingga superkomputer.

Pengumuman kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta penguatan sektor otomotif dan elektronik melalui investasi pengembangan teknologi semikonduktor guna membangun industri chip nasional.

Airlangga menegaskan, semikonduktor merupakan tulang punggung berbagai sektor strategis. Selain elektronik dan otomotif, chip menjadi komponen kunci dalam pengembangan pusat data dan teknologi digital. Ia mencontohkan, dalam satu rumah tangga saat ini rata-rata terdapat empat hingga lima semikonduktor yang tertanam pada berbagai perangkat, mulai dari televisi, ponsel, peralatan rumah tangga, hingga kendaraan.

Di sisi lain, Indonesia dinilai memiliki potensi bahan baku yang besar. Cadangan pasir silika nasional diperkirakan mencapai 340 juta ton, yang merupakan material utama dalam pembuatan wafer silikon sebagai dasar produksi chip. Potensi tersebut disebut dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri semikonduktor jika dikelola secara terintegrasi.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan pemerintah Indonesia juga tengah menjajaki penandatanganan nota kesepahaman dengan Inggris. Langkah ini dipersiapkan sebagai bagian dari proses menuju perjanjian comprehensive economic partnership agreement (CEPA) antara kedua negara, yang diharapkan dapat memperluas kerja sama ekonomi, termasuk di sektor teknologi dan industri bernilai tambah tinggi.