Poster festival Rasa Amerika di Mal Sarinah, Jakarta, yang menjadi bagian dari upaya promosi produk pertanian Amerika Serikat ke pasar Indonesia pada awal 2026.

Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan promosi produk pertanian bersertifikasi halal ke pasar Indonesia melalui rangkaian kegiatan dagang dan promosi sepanjang akhir Januari hingga awal Februari 2026. Upaya ini dilakukan dengan menggelar festival Rasa Amerika di Jakarta serta mengirim misi dagang agribisnis, seiring implementasi kesepakatan perdagangan resiprokal kedua negara yang diteken pada Juli 2025.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA) akan menyelenggarakan festival Rasa Amerika di Mal Sarinah, Jakarta, pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Agenda tersebut akan disusul misi dagang agribisnis yang dipimpin Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg pada 2–5 Februari 2026, dengan agenda pertemuan bisnis bersama importir dan pelaku usaha Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Washington memanfaatkan komitmen dagang Indonesia dalam kesepakatan resiprokal, di mana Indonesia menyatakan kesediaan mengimpor produk pertanian AS senilai US$4,5 miliar untuk periode 2026–2030. Kesepakatan tersebut mencakup penghapusan tarif lebih dari 99% produk asal AS serta pelonggaran hambatan non-tarif di sektor pertanian.

Festival Rasa Amerika Perkenalkan 13 Komoditas

Festival Rasa Amerika dirancang sebagai ajang promosi langsung produk pertanian AS kepada konsumen dan pelaku usaha domestik. Dalam kegiatan ini, USDA menampilkan 13 kelompok komoditas unggulan, antara lain keju California, apel Washington, beras Japonica, makanan laut Alaska, daging sapi, hingga kacang pistachio. Selain produk pangan, kapas AS turut diperkenalkan melalui pameran batik dan busana modest wear.

Dalam konferensi pers di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin (26/1/2026), Konsuler Agrikultur USDA Lisa Ahramjian menjelaskan bahwa festival ini menjadi pendekatan baru promosi dagang AS di Indonesia.

"Rasa Amerika adalah cara baru kami mempromosikan produk pertanian Amerika Serikat di Indonesia. Festival ini memberi kesempatan bagi publik merasakan langsung cita rasa dan budaya di balik produk-produk pertanian AS," kata Ahramjian.

USDA mencatat nilai ekspor produk pertanian AS ke Indonesia pada 2024 mencapai sekitar US$3 miliar. Meski begitu, neraca perdagangan sektor ini masih mencatat defisit sekitar US$1,1 miliar di pihak AS, sehingga Indonesia dinilai sebagai pasar strategis untuk memperbaiki kinerja dagang.

Komitmen Penuhi Standar Halal BPJPH

Di sisi lain, isu sertifikasi halal menjadi fokus utama dalam misi dagang tersebut. USDA menegaskan komitmen untuk menyesuaikan produk pertanian AS dengan standar halal yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), sejalan dengan regulasi Indonesia yang semakin ketat.

Ahramjian menjelaskan bahwa mulai 17 Oktober 2026, sejumlah kategori produk baru dari AS akan diwajibkan memiliki sertifikasi halal sebelum masuk ke pasar Indonesia.

"Inilah salah satu alasan mengapa kami melakukan lebih banyak edukasi kepada perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat," ujarnya, merujuk pada upaya pendampingan eksportir AS agar memenuhi ketentuan BPJPH.

Pendekatan ini dinilai krusial mengingat Indonesia merupakan pasar dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sekaligus salah satu tujuan ekspor utama produk pangan global.


Negosiasi Dagang Kunci Buka Akses Pasar

Lebih jauh, misi dagang yang dipimpin Luke J. Lindberg akan melibatkan sekitar 85 perusahaan agribisnis AS. Delegasi tersebut dijadwalkan bertemu langsung dengan pembeli, distributor, dan importir Indonesia untuk menjajaki peluang kemitraan jangka menengah hingga panjang.

Menurut Ahramjian, negosiasi perdagangan resiprokal yang rampung pada Juli 2025 menjadi fondasi penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk pertanian AS. Penghapusan tarif dan hambatan non-tarif dinilai memberi kepastian bagi pelaku usaha kedua negara dalam merancang kontrak dagang.

"Kami melihat potensi yang sangat besar bagi produk pertanian AS di pasar Indonesia dengan budaya kudapan yang kuat," tuturnya.

Rangkaian festival dan misi dagang ini berlangsung di tengah upaya AS memperluas pangsa pasar produk pertanian bernilai tambah di Asia Tenggara, dengan Indonesia diposisikan sebagai salah satu mitra kunci dalam strategi tersebut.