Kompleks apartemen dan perkantoran untuk ASN DPR RI di Ibu Kota Nusantara (IKN). | WSKT

PT Waskita Karya (Persero) Tbk memperoleh kontrak senilai Rp1,84 triliun untuk membangun gedung dan kawasan DPR RI di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Penandatanganan kontrak berlangsung di Kantor Kemenko 4 IKN pada Kamis (4/12/2025), disaksikan Ketua Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho dan Direktur Operasi I Ari Asmoko. 

Proyek ini masuk dalam percepatan pembangunan tahap kedua IKN yang menitikberatkan pada kawasan legislatif dengan target rampung pada akhir 2027.

Menurut keterangan pihak Otorita IKN, pembangunan difokuskan untuk menghadirkan pusat kegiatan legislatif yang terintegrasi dan mendukung pemindahan fungsi pemerintahan dari Jakarta. Basuki menyebut proyek tersebut ditargetkan selesai dalam dua tahun sebagaimana rencana kerja OIKN.

Waskita akan menangani pembangunan Gedung DPR A, B1, dan C1, berikut infrastruktur pendukung seperti Jalan Kawasan Blok DPR I, pedestrian & cyclists entrance, fasilitas olahraga, hingga penataan landscape kawasan. Pembangunan mengusung konsep green building dengan desain breathing facade, di mana sebagian besar jendela dibuat operasional untuk mengatur sirkulasi udara alami sesuai kebutuhan kenyamanan termal.

Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap agenda pemerintah di IKN. “Diharapkan, bangunan tersebut dapat memudahkan para ASN dan anggota DPR dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Secara desain, fasad gedung akan memadukan elemen Wastra Nusantara melalui komposisi garis vertikal, horizontal, dan diagonal yang merepresentasikan motif kain tradisional Indonesia. Struktur pilotis serta area serambi juga digunakan untuk memberikan akses yang lebih terbuka sekaligus menciptakan kesan bangunan yang menjulang.

Pembangunan kawasan DPR juga mengikuti konsep forest city yang diterapkan di IKN. Ruang Terbuka Hijau (RTH) diperluas dengan menempatkan berbagai jenis tanaman tidak hanya di sekitar kawasan, tetapi juga di setiap lantai bangunan untuk membantu ventilasi alami dan efisiensi energi. Penataan ini ditujukan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat serta sesuai karakter kota hutan.

Sebagai BUMN konstruksi berusia lebih dari 65 tahun, Waskita Karya menyebut memiliki pengalaman dalam penyelesaian gedung-gedung pemerintahan di berbagai daerah. Sejumlah proyek yang pernah diselesaikan antara lain Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Gedung OJK Maluku, serta kantor BPSILHK di Mataram. 

Menurut perusahaan, rekam jejak tersebut menjadi dasar komitmen untuk menyelesaikan pembangunan kawasan DPR di IKN sesuai jadwal dan standar mutu yang ditetapkan.