Potensi harta karun di perairan Indonesia kembali menjadi sorotan setelah KKP mengidentifikasi 700 titik benda muatan kapal tenggelam, mayoritas berasal dari jalur sutera maritim. | Shutterstock

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 700 titik potensi benda muatan kapal tenggelam (BMKT) di berbagai perairan Indonesia. Informasi tersebut disampaikan Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (4/12). Mayoritas titik berada di jalur perdagangan kuno yang biasa dilalui kapal-kapal China, terutama di wilayah Sumatera dan Jawa.

Frista menjelaskan bahwa sekitar 90 persen dari lokasi yang dipetakan berasal dari kapal China yang tenggelam di jalur maritime silk road. Meski jumlah temuan berpotensi besar, pemerintah belum dapat memastikan nilai ekonominya. Penilaian hanya dapat dilakukan setelah proses pengangkatan dan taksasi resmi oleh Kementerian Keuangan.

“Kalau nilainya belum bisa ditaksir berapa. Potensi kasar tidak bisa dijadikan acuan karena barang-barang ini merupakan benda antik. Harus dilihat dulu, pecah atau tidak, itu nilainya sudah berbeda jauh,” ujar Frista.

Nilai ekonomi belum fitentukan

KKP menyebut penetapan nilai BMKT mencakup identifikasi jenis temuan, kondisi fisik, dan proses pembagian hasil sesuai ketentuan. Dari total 700 titik, sejauh ini pemerintah telah menerbitkan 13 izin pengangkatan BMKT dan sebagian di antaranya sudah diangkat. Namun, total nilai temuan belum dapat diumumkan karena masih menunggu hasil verifikasi.

Proses taksasi dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pengelolaan BMKT. Regulasi tersebut mengatur bahwa hasil bersih lelang BMKT dibagi dengan skema 45 persen untuk Pemerintah Pusat dan 55 persen untuk pelaku usaha. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan transparansi dalam pemanfaatan temuan bersejarah yang bernilai ekonomi.

Masuk isu strategis KKP

Pengelolaan BMKT menjadi salah satu isu strategis KKP dalam kerangka pengelolaan sumber daya kelautan. Selain itu, kementerian juga menempatkan pengelolaan sedimentasi, pengembangan marine bio-pharmacology, serta program swasembada garam sebagai agenda prioritas.

Perairan Indonesia diketahui berada di jalur perdagangan maritim kuno yang selama berabad-abad menjadi rute pelayaran kapal-kapal asing pembawa keramik, logam mulia, hingga artefak berharga lainnya. Banyak di antaranya tenggelam akibat cuaca ekstrem, navigasi terbatas, maupun konflik yang terjadi pada masa lampau.

Meski pemerintah telah memetakan sejumlah titik strategis, langkah pengangkatan BMKT tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan aspek sejarah, keselamatan penyelaman, serta kelestarian lingkungan bawah laut. KKP menyebut koordinasi lintas kementerian dan pelaku usaha masih berjalan untuk memastikan penanganan BMKT dilakukan sesuai ketentuan.