![]() |
| Pesawat angkut militer Airbus A-400M Atlas milik TNI Angkatan Udara Indonesia sedang memuat kargo bantuan kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana di Aceh. | Instagram/@militer.udara |
Pesawat Airbus A-400M milik TNI Angkatan Udara mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Kamis (4/12/2025), membawa 24 ton bantuan logistik untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh.
Sehari setelahnya, Polri mengirimkan 348 kilogram bantuan melalui helikopter AW169 ke Aceh Tamiang lewat jalur udara Polda Aceh–Bandara Sultan Iskandar Muda–Aceh Tamiang. Distribusi lewat udara diprioritaskan karena akses darat ke sejumlah wilayah terdampak masih terputus.
Bantuan yang diangkut pesawat A-400M terdiri atas makanan siap saji, bahan pangan, perlengkapan bayi, pakaian, obat-obatan, serta perangkat komunikasi. Sementara itu, bantuan Polri yang diterjunkan di Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang meliputi alat komunikasi, air mineral, mesin air, obat-obatan, dan biskuit.
Pengiriman bantuan udara dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana. Sejumlah wilayah di Aceh masih sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur dan medan yang berat pascabanjir bandang dan longsor yang terjadi sejak pertengahan November.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa jalur udara menjadi opsi tercepat untuk memastikan logistik tiba di lokasi terdampak. “Distribusi melalui udara kami lakukan agar bantuan segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Trunoyudo.
Di sisi lain, TNI AU juga mengerahkan sejumlah armada udara dalam operasi gabungan multiplatform. Selain Airbus A-400M, pesawat C-130J Super Hercules melakukan airdrop 20 bundle bantuan menggunakan sistem Low Cost Low Altitude (LCLA) di wilayah Aceh Tamiang.
Empat unit helikopter Caracal H-225M dari Skadron Udara 8 Lanud Atang Senjaja turut diterjunkan untuk menjangkau daerah terisolasi, dengan satu unit mengirimkan 4 ton logistik ke Aceh Tamiang.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Muda I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa TNI AU terus mendukung percepatan distribusi bantuan ke daerah terdampak bencana.
Hingga Kamis malam, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh mencatat 326 orang meninggal dunia dan 167 orang masih dinyatakan hilang. Bencana yang berlangsung sejak 18 November 2025 itu berdampak di 18 kabupaten/kota, mencakup 227 kecamatan dan 3.433 gampong.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan total dampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatera—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 344.018 kepala keluarga atau sekitar 1,68 juta jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 813.017 jiwa mengungsi di 698 titik. Hingga 5 Desember 2025, total korban meninggal di tiga provinsi tercatat 836 jiwa.
Kerusakan akibat bencana meliputi 111.430 unit rumah, 246 sekolah, 224 jembatan, serta 64.837 hektare lahan persawahan. Data tersebut dirilis BNPB berdasarkan laporan pemerintah daerah dan tim tanggap darurat di lapangan.

0Komentar