Alat berat United Tractors (UNTR). | Website UNTR

PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha PT Astra International Tbk, resmi mendirikan perusahaan baru bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL) yang bergerak di sektor pengolahan nikel. Perseroan menyebutkan bahwa entitas tersebut memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 2 Desember 2025, menandai langkah terbaru ekspansi bisnis mineral grup tersebut.

NINL dibentuk melalui dua anak usaha yang dimiliki sepenuhnya UNTR, yakni PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dengan porsi 99,90 persen dan PT Energia Prima Nusantara (EPN) sebesar 0,10 persen. Perusahaan ini akan beroperasi di bidang pembuatan logam dasar bukan besi serta perdagangan besar logam dan bijih logam.

Langkah pembentukan entitas baru ini berlangsung di tengah strategi diversifikasi agresif UNTR yang dalam beberapa tahun terakhir memperluas portofolio ke sektor mineral non-batubara. 

Dalam keterangan resmi, Corporate Secretary UNTR Ari Setiyawan menjelaskan bahwa penyertaan saham kedua anak usaha tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan saat ini. 

Ia menyebutkan, pendirian NINL merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi di bisnis pengolahan mineral nikel.

Sebelumnya pada September 2025, UNTR melalui DTN mengakuisisi hampir seluruh saham PT Arafura Surya Alam, perusahaan tambang emas di Sulawesi Utara. Transaksi senilai US$540 juta itu disebut sebagai salah satu akuisisi terbesar UNTR dalam portofolio mineral, sekaligus mempertegas arah diversifikasi yang ditargetkan berimbang antara lini batubara dan non-batubara pada 2030.

UNTR sejauh ini telah memiliki beberapa aset nikel, termasuk PT Stargate Pacific Resources yang mengoperasikan tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. 

Stargate tengah membangun fasilitas smelter berbasis teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang ditargetkan selesai pada 2026 dan mulai berproduksi pada 2027 dengan kapasitas sekitar 13.000 ton nickel pig iron (NPI) per tahun.

Untuk tahun buku 2025, perusahaan menargetkan volume penjualan bijih nikel dari Stargate sekitar 2 juta wet metric ton (wmt), naik tipis dari realisasi 2024 sebesar 1,9 juta wmt. Selain itu, UNTR juga sedang menyelesaikan studi kelayakan terkait rencana pembangunan smelter High Pressure Acid Leach (HPAL) yang dijadwalkan rampung dalam tahun yang sama.

Dengan pendirian NINL, lini bisnis nikel UNTR semakin bertambah di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap produk turunan nikel, terutama untuk material baterai dan ekosistem kendaraan listrik. 

Namun demikian, manajemen menegaskan bahwa langkah ini masih berada dalam kerangka diversifikasi portofolio yang telah menjadi fokus perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.