Bagian depan toko ritel pakaian kasual global, UNIQLO, salah satu pihak yang menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatra. | vecteezy.com/Kenny Andreas


Perusahaan ritel pakaian asal Jepang, UNIQLO, bersama pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berskala besar bagi korban banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Bantuan mencakup dana tunai, puluhan ribu potong pakaian baru, serta dukungan logistik yang disalurkan bertahap sejak akhir pekan lalu.

UNIQLO Indonesia pada Desember 2025 mengumumkan total bantuan senilai Rp 11,1 miliar bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut terdiri dari dana tunai dan puluhan ribu potong pakaian baru untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Corporate Affairs Director UNIQLO Indonesia Irma Yunita menjelaskan, perusahaan sebelumnya telah menyalurkan Rp 1,1 miliar dan 16.000 potong pakaian. Bantuan itu kemudian diperkuat dengan tambahan Rp 10 miliar dari UNIQLO Global serta 30.000 potong pakaian tambahan. 

“Donasi ini kami alokasikan melalui Save the Children Indonesia dan mitra lainnya agar distribusinya tepat sasaran,” ujar Irma. Jenis pakaian disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, mulai dari pakaian dalam, pakaian anak, hingga pakaian pria.

Selain dari sektor swasta, pemerintah pusat juga mengerahkan bantuan pakaian dalam jumlah besar melalui Kementerian Dalam Negeri. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Minggu (21/12/2025) menyatakan pemerintah akan menyalurkan 106.000 potong pakaian baru dari perusahaan-perusahaan garmen dalam negeri kepada warga terdampak bencana di Sumatra.

Bantuan terbesar, sebanyak 101.000 potong pakaian, berasal dari Daehan Global di Sukabumi. Selain itu, terdapat tambahan sekitar 5.000 potong pakaian, termasuk 2.000 selimut, dari sejumlah perusahaan lain. Tito menegaskan seluruh pakaian yang disalurkan merupakan produk baru. 

“Bukan reject, jadi full baru,” kata Tito usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Penyaluran bantuan pakaian pemerintah dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan ke Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur pada akhir pekan ini. Pengiriman gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Desember 2025 seiring masuknya dukungan dari perusahaan garmen lainnya.

Tito menyebut kebutuhan pakaian menjadi perhatian utama setelah ia meninjau langsung sejumlah lokasi pengungsian. Banyak warga mengungsi hanya dengan pakaian yang melekat di badan karena barang-barang lain hanyut atau rusak akibat banjir dan lumpur.

Di luar bantuan barang, pemerintah juga menyalurkan dukungan anggaran dalam jumlah signifikan. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah telah menyalurkan Rp 268 miliar melalui Dana Kemasyarakatan Presiden kepada APBD tiga provinsi serta 52 kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatra. Dana tersebut dialokasikan masing-masing Rp 4 miliar per kabupaten/kota dan Rp 20 miliar per provinsi.

Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan Dana Siap Pakai sebesar Rp 1,6 triliun dan masih memiliki Dana Cadangan Bencana senilai Rp 2,97 triliun untuk mendukung penanganan darurat dan pemulihan awal.

Berdasarkan data BNPB per Sabtu (20/12/2025), jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 1.090 jiwa. Sementara jumlah pengungsi masih berada di kisaran ratusan ribu orang, dengan sebagian besar tersebar di Aceh dan Sumatra Utara.