Donald Trump berbicara kepada para peserta rapat umum Arizona untuk Trump di Desert Diamond Arena, Glendale, Arizona, pada bulan Agustus. | Gage Skidmore/Wikimedia Commons/CC BY-SA 2.0


Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (7/12) mengatakan kebijakan tarif dagangnya telah “mengakhiri delapan perang” di berbagai negara. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri acara di Kennedy Center, Washington, DC, menjelang putusan penting Mahkamah Agung AS mengenai legalitas kewenangannya memberlakukan tarif luas lewat International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Trump tidak memerinci konflik yang ia maksud. Namun, pemerintahannya sebelumnya mengaitkan kebijakan perdagangan itu dengan upaya meredakan ketegangan di beberapa kawasan, seperti Armenia–Azerbaijan, Rwanda–Republik Demokratik Kongo, India–Pakistan, serta proses gencatan senjata Israel–Hamas. Sejumlah pihak, termasuk India, pernah menyebut kontribusi AS tidak sebesar yang dinyatakan pemerintah Trump.

Tarif sebagai senjata diplomasi

Trump menjelaskan tarif menjadi alat diplomasi cepat yang menurutnya memberikan “kepastian dan kekuatan” dalam kebijakan luar negeri. Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, pemerintahannya menerapkan tarif resiprokal 10 persen terhadap hampir seluruh impor AS, ditambah kenaikan tarif pada negara tertentu.

Kebijakan ini ditopang oleh IEEPA, undang-undang yang mengizinkan presiden menjatuhkan sanksi setelah menetapkan keadaan darurat nasional. Namun langkah tersebut diprotes koalisi perusahaan dan asosiasi perdagangan. Mereka menilai pemerintah menjadikan IEEPA sebagai dasar serba guna untuk menerapkan tarif. 

Mahkamah Agung telah mendengar argumen pada November 2025 dan diperkirakan mengeluarkan putusan dalam beberapa pekan mendatang. Jika pemerintah kalah, miliaran dolar tarif yang dihimpun sejak April berpotensi harus dikembalikan.

Dampak ke sektor pertanian

Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut pemerintah AS telah menyiapkan rencana cadangan. Ia menjelaskan struktur tarif serupa dapat dibangun kembali melalui aturan lain seperti Section 301, Section 232, atau Section 122. Bessent menegaskan tarif akan tetap diberlakukan meski kewenangan IEEPA dipersempit.

Sementara itu, Trump pada Senin mengumumkan paket bantuan US$12 miliar untuk petani yang terdampak perang dagang. Pemerintah menyebut dana berasal dari pendapatan tarif. 

Petani AS sebelumnya terpukul oleh aksi balasan perdagangan, terutama dari China yang memangkas pembelian sejumlah produk pertanian hingga anjlok pada periode tertentu.