Sumber: Unsplash/Katelyn G

Di sejumlah negara kecil Eropa, arus wisatawan terus berdatangan meski tidak ada satu pun pesawat yang bisa mendarat di wilayahnya. Dari Vatikan hingga Monako, kunjungan turis meningkat dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan rangkuman data otoritas pariwisata pada Senin. 

Lonjakan itu terjadi seiring perluasan akses darat dan laut dari negara tetangga yang kini menjadi pintu masuk utama para pelancong.

Otoritas pariwisata menjelaskan bahwa lima negara tersebut tidak memiliki bandara komersial karena keterbatasan geografis dan luas wilayah. Namun demikian, akses wisata tetap mengalir lewat bandara negara tetangga yang berada dalam radius dekat dan didukung transportasi publik yang terjadwal. 

Sejauh ini, pola perjalanan wisatawan bergeser dari rute udara langsung menjadi perjalanan gabungan melalui kereta, bus, atau cruise.

Vatikan menjadi destinasi yang paling padat kunjungan karena berada di pusat Roma. Wisatawan masuk melalui Bandara Fiumicino atau Ciampino sebelum melanjutkan perjalanan darat. Pemerintah Italia menyebutkan arus turis ke kawasan itu kembali pulih sejak awal tahun seiring penguatan layanan transportasi kota.

Di San Marino, pemerintah setempat menjelaskan mobilitas wisatawan bergantung pada Bandara Federico Fellini di Rimini, Italia, yang berjarak sekitar 25 kilometer. Pengunjung banyak memakai bus khusus yang beroperasi harian dari kota pesisir tersebut.

Liechtenstein mengandalkan dua bandara besar di sekitarnya, yakni Zürich di Swiss dan Innsbruck di Austria. Pihak pariwisata menjelaskan bahwa kontur pegunungan membuat pembangunan bandara dinilai tidak ideal. Karena itu, perjalanan masuk ke Vaduz berlangsung menggunakan kereta dan bus lintas batas.

Kondisi serupa terjadi di Andorra. Negara yang berada di Pegunungan Pyrenees itu dilayani oleh dua bandara terdekat, Barcelona–El Prat di Spanyol dan Toulouse-Blagnac di Prancis. Otoritas pariwisata Andorra menyebutkan jalur bus reguler menjadi tulang punggung pergerakan wisata.

Sementara itu, Monako tetap mengandalkan Bandara Nice Côte d’Azur di Prancis sebagai pintu masuk utama turis. Pemerintah setempat menambahkan layanan heli shuttle sebagai opsi perjalanan cepat menuju Monte Carlo usai peningkatan kunjungan sejak pertengahan tahun.

Meski tidak memiliki bandara, lima negara tersebut tercatat memperkuat kerja sama transportasi lintas batas untuk menjaga arus wisata. Di sisi lain, operator perjalanan menilai promosi digital dan posisi geografis yang berdekatan dengan kota besar menjadi faktor yang mempertahankan minat turis hingga saat ini.