![]() |
| aplikasi dompet untuk yuan digital atau e-CNY Tiongkok. | Nikkei Asia |
Bank sentral China mengumumkan rencana mengintegrasikan mata uang digital yuan ke dalam jaringan perdagangan Asia Tenggara, termasuk melalui uji coba pembayaran lintas batas dengan Singapura. Kebijakan ini disampaikan People’s Bank of China (PBOC) pada Rabu (24/12/2025) sebagai bagian dari upaya Beijing memperluas peran yuan dalam perdagangan internasional di tengah friksi dagang yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat.
PBOC menyatakan inisiatif tersebut mencakup dukungan terhadap uji coba pembayaran yuan digital lintas batas dengan Singapura, serta promosi penggunaan mata uang digital bank sentral China dengan Thailand, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Langkah ini juga dikaitkan dengan skema dukungan keuangan bagi Koridor Perdagangan Darat–Laut Internasional Baru, jaringan logistik yang sejak 2017 menghubungkan wilayah barat China dengan pelabuhan global.
Sejalan dengan itu, otoritas moneter China menargetkan penguatan Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), sistem pembayaran antarbank lintas negara yang dikembangkan sebagai alternatif jaringan SWIFT.
Dalam pengumuman resminya, PBOC menyebut akan membantu bank-bank yang memenuhi syarat di sejumlah provinsi untuk bergabung dengan CIPS, sekaligus memperluas pemanfaatan yuan digital dalam penyelesaian pembayaran, pembiayaan, dan pengembalian pajak.
Saat ini, sekitar 100 bank di negara-negara ASEAN tercatat telah terhubung dengan CIPS, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara global, sistem ini memiliki 1.729 peserta dan melayani lebih dari 5.000 lembaga perbankan dan korporasi di 189 negara dan wilayah, menurut data otoritas China yang dikutip media pemerintah dan mitra regional.
Pengumuman tersebut menyusul peluncuran uji coba e-CNY di Singapura pada awal Desember. Program ini memungkinkan wisatawan membuka dan mengisi dompet yuan digital secara lokal untuk bertransaksi dengan pedagang di China.
Menurut laporan Fintech News Singapore, Otoritas Moneter Singapura menyatakan layanan akan diluncurkan bertahap mulai akhir 2025 melalui cabang Singapura dari Industrial and Commercial Bank of China dan Bank of China.
Dorongan penggunaan yuan digital juga berlangsung di tengah pendalaman hubungan ekonomi China dan ASEAN. Hingga periode Januari–November 2025, ASEAN tercatat sebagai mitra dagang terbesar China dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 6,82 triliun yuan, tumbuh 8,5% secara tahunan, berdasarkan data perdagangan yang dirilis otoritas China.
Pada Oktober, kedua pihak menandatangani Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas China–ASEAN 3.0 yang memperluas kerja sama ke bidang ekonomi digital, pembangunan hijau, dan konektivitas rantai pasok.
Langkah Beijing tersebut berjalan seiring upaya diversifikasi sistem pembayaran internasional di tengah dinamika hubungan dagang dengan Amerika Serikat.
Meski kedua negara mencapai kesepakatan penurunan sebagian tarif pada akhir Oktober, tarif timbal balik sebesar 10% atas sejumlah barang China masih berlaku hingga November 2026, sebagaimana dilaporkan lembaga riset perdagangan internasional.
Yuan digital pertama kali diuji coba secara domestik pada 2020. Untuk penggunaan lintas batas, China terlibat dalam proyek mBridge, inisiatif multi-bank sentral bersama Thailand, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi, yang pada 2022 telah menyelesaikan uji transaksi bernilai riil, menurut pernyataan bank sentral peserta proyek tersebut.

0Komentar