Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat memantau latihan taktis Tentara Rakyat Korea di lokasi yang tak disebutkan pada 13 Mei 2025. Pada Sabtu (23/8/2025), | AFP PHOTO/KCNA via KNS


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi langsung uji tembak perdana sistem rudal anti-pesawat jarak jauh berketinggian tinggi yang baru dikembangkan, Rabu (23/12). Media pemerintah melaporkan, rudal tersebut berhasil menghantam target tiruan pada ketinggian sekitar 200 kilometer di Laut Timur dalam pengujian taktis dan teknis awal.

Badan Berita Pusat Korea (KCNA) menyebut peluncuran itu sebagai bagian dari evaluasi awal sistem rudal permukaan-ke-udara terbaru yang tengah dikembangkan. Uji tembak digelar oleh Administrasi Rudal Korea Utara dalam kegiatan yang diklaim bersifat rutin untuk optimalisasi teknologi persenjataan.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengonfirmasi telah mendeteksi peluncuran beberapa rudal yang diduga rudal permukaan-ke-udara dari wilayah Sundeok, Provinsi Hamgyong Selatan, menuju Laut Timur sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Informasi tersebut disampaikan otoritas militer Seoul sehari setelah uji coba berlangsung.

Uji coba itu dilakukan sehari setelah USS Greeneville, kapal selam bertenaga nuklir Angkatan Laut AS, sandar di pelabuhan Busan, Korea Selatan, untuk keperluan istirahat awak dan pengisian logistik. 

Pyongyang menilai kunjungan kapal selam tersebut sebagai pamer kekuatan militer dan menyatakan akan mempertimbangkan langkah balasan yang dianggap sepadan.

Masih pada hari yang sama, Kim juga dilaporkan meninjau fasilitas pembangunan kapal selam bertenaga nuklir dengan bobot sekitar 8.700 ton yang dirancang mampu meluncurkan rudal berpemandu. 

Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti rencana Korea Selatan mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dengan dukungan AS, yang disebutnya sebagai ancaman terhadap keamanan kawasan, sebagaimana dikutip KCNA dan sejumlah media regional.

Kunjungan USS Greeneville ke Busan tercatat sebagai kedatangan kapal selam nuklir AS pertama ke Korea Selatan sejak Presiden Lee Jae-myung menjabat. Kapal selam serang kelas Los Angeles itu diketahui membawa rudal jelajah Tomahawk. 

Sebelumnya, kapal selam nuklir AS juga sempat berlabuh di Korea Selatan pada Februari lalu, yang saat itu turut direspons Korea Utara dengan peringatan kemungkinan langkah militer lanjutan.