foto udara yang diambil oleh Antara Foto, menunjukkan daerah yang terdampak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera pada akhir November 2025. | ANTARA FOTO

Telkomsel melaporkan percepatan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Senin (1/12), sekitar 76,5 persen layanan seluler dan 79,7 persen layanan IndiHome telah kembali normal setelah infrastruktur komunikasi di tiga provinsi itu terdampak parah oleh bencana hidrometeorologi akhir November 2025.

Perusahaan mengerahkan ratusan teknisi dan menerapkan berbagai skema darurat untuk memulihkan jaringan di area yang sempat terisolasi. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan penanganan bencana yang memakan korban besar dan memutus akses logistik di sejumlah wilayah.

Pemulihan dilakukan bertahap

Gangguan komunikasi terjadi setelah banjir bandang dan longsor melanda sejumlah kabupaten di Sumatra. Telkomsel menyiagakan 346 personel teknis untuk mempercepat pemulihan jaringan, termasuk pengalihan rute backbone, penempatan genset tambahan, hingga pengoperasian BTS mobile di titik prioritas.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan perusahaan terus memastikan layanan komunikasi tetap berjalan di tengah kondisi darurat. 

“Bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, pemerintah daerah, serta berbagai instansi, kami terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan dan menyalurkan bantuan agar masyarakat dapat kembali bangkit,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turut menyiapkan langkah darurat untuk menjaga konektivitas. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut pihaknya mengaktifkan layanan internet satelit SATRIA-1 di 10 lokasi terdampak untuk memastikan warga tetap terhubung setelah jaringan utama terganggu.

Dorongan evaluasi sistemik pascabencana

Di sisi lain, para pakar menilai bencana dengan dampak luas ini harus menjadi momentum perbaikan sistem secara menyeluruh. Ekonom dan pakar kebijakan publik dari UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai pemulihan infrastruktur komunikasi dan energi perlu diikuti evaluasi mendasar pada manajemen risiko.

“Saya ingin menekankan prinsip ‘jangan hanya pulih, tetapi gunakan bencana untuk memperbaiki sistem’. Setiap bencana menawarkan pelajaran,” ujarnya.

Ia menyarankan pembaruan peta jalur distribusi energi dan logistik, serta penilaian ulang jalur yang paling sering terputus untuk dijadikan peta risiko energi. Menurutnya, SPBU di zona rawan banjir dan longsor perlu memiliki standar ketahanan yang lebih tinggi, termasuk perlindungan peralatan vital dan rencana operasi saat terjadi gangguan.

Dampak banjir meluas

BNPB mencatat bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatra ini menewaskan 604 orang, 464 orang masih hilang, dan sekitar 2.600 orang luka-luka hingga Senin petang. Total warga terdampak mencapai 1,5 juta jiwa dan lebih dari 570.000 orang mengungsi ke lokasi aman.

Pakar lingkungan dari UGM menyebut banjir bandang kali ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Kerusakan ekosistem hutan di hulu daerah aliran sungai disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah skala bencana, selain curah hujan ekstrem dalam waktu singkat.

Otoritas terus melakukan pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses transportasi, fasilitas energi, dan jaringan komunikasi. Hingga awal pekan ini, upaya perbaikan masih berlangsung di sejumlah wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat jalan terputus dan listrik padam.