![]() |
| Emmanuel Macron, Presiden Prancis saat ini, sedang berbicara di podium pada acara "Conseil européen extraordinaire". | EU / Council of the EU |
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa paket sanksi Barat terhadap sektor minyak dan gas Rusia kini mencapai tingkat “tertinggi” sejak invasi Ukraina. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Paris, Senin (1/12/2025), di tengah dorongan diplomatik untuk membuka jalan gencatan senjata setelah perang memasuki hampir tahun keempat.
Macron menyebut tekanan yang dikoordinasikan AS, Inggris, dan Uni Eropa itu akan memangkas kemampuan Moskwa membiayai operasi militernya dalam beberapa minggu.
Sanksi mulai gerus pendapatan energi Rusia
Macron merujuk pada paket sanksi yang diberlakukan pada Oktober lalu terhadap dua raksasa energi Rusia, Rosneft dan Lukoil. Langkah itu menjadi sanksi langsung pertama pemerintahan Trump terhadap Moskwa pada masa jabatan keduanya dan dianggap sebagai eskalasi besar dalam tekanan ekonomi.
Data yang dikutip pejabat Ukraina menyebutkan ekspor minyak Rusia telah turun 15–20%, sementara produksi minyak mentah diperkirakan merosot 5% pada akhir tahun. Perhitungan Reuters menunjukkan pendapatan minyak dan gas Rusia pada November diproyeksikan turun 35% secara tahunan menjadi sekitar US$6,6 miliar.
“Dampaknya terlihat cepat di lapangan,” kata seorang pejabat energi Ukraina dalam keterangan yang dikutip media setempat. Ia menjelaskan penurunan ekspor dan hambatan logistik membuat suplai minyak Rusia semakin tertekan.
Shadow Fleet jadi fokus baru Eropa
Macron juga menyoroti upaya Eropa menindak armada bayangan Rusia, kapal tanker tua yang digunakan untuk menghindari sanksi dengan memindahkan minyak melalui rute dan perusahaan cangkang. Ia menyebut sekitar 40% pembiayaan operasi militer Rusia berasal dari pendapatan yang berhubungan dengan jaringan kapal tersebut.
Eropa sebelumnya telah mengadopsi paket sanksi ke-19 pada Oktober. Paket ke-20 kini sedang dirancang, dengan fokus membatasi pembiayaan sektor keuangan, infrastruktur logistik armada bayangan, hingga komponen industri pertahanan Rusia. Pemerintah Ukraina telah mengajukan sejumlah usulan sebagai bagian dari pembahasan tersebut.
“Pengetatan terhadap shadow fleet menjadi prioritas karena jalur itu masih menjadi celah utama dalam rezim sanksi,” ujar seorang diplomat Uni Eropa yang mengetahui proses tersebut.
Upaya diplomatik dan tekanan berlapis
Pertemuan Macron–Zelenskyy digelar saat berbagai negara Barat mencari celah untuk menekan Moskwa ke meja perundingan, meski belum ada tanda perubahan sikap dari Kremlin.
Dalam pernyataannya, Macron menekankan bahwa kombinasi embargo energi, pemangkasan pendapatan minyak, dan pembatasan aktivitas armada bayangan merupakan bagian dari strategi tekanan berlapis yang mulai menunjukkan hasil”.
Zelenskyy, dalam forum yang sama, menyebut dukungan Barat tetap “krusial” untuk menahan kapasitas tempur Rusia, terutama pada musim dingin ketika permintaan energi global meningkat.
Sejauh ini, negara-negara Barat menilai tekanan ekonomi adalah instrumen paling efektif untuk membatasi pembiayaan perang Rusia, di samping bantuan militer yang tetap disalurkan ke Ukraina. Pembahasan lanjutan mengenai paket sanksi berikutnya direncanakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.

0Komentar