![]() |
| Kantor Pusat dan Fab 12A TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company). Terletak di dalam Taman Sains Hsinchu (Hsinchu Science Park) di Hsinchu, Taiwan. | Wikimedia Commons |
Jaksa Taiwan mendakwa anak perusahaan Tokyo Electron di Taiwan atas pelanggaran National Security Act dan undang-undang rahasia dagang, menyusul dugaan keterlibatan perusahaan dalam pencurian teknologi proses 2-nanometer milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).
Ini menjadi pertama kalinya sebuah korporasi didakwa berdasarkan National Security Act Taiwan terkait dugaan akses ilegal terhadap teknologi semikonduktor strategis.
Dakwaan tersebut diumumkan pada Selasa setelah penyidik menelusuri dugaan tindakan mantan karyawan TSMC yang disebut bermarga Chen. Ia diduga mengambil informasi eksklusif terkait proses manufaktur chip 2-nanometer TSMC dan membawanya ke anak perusahaan Tokyo Electron di Taiwan. Jika terbukti bersalah, perusahaan dapat dikenai denda hingga T$120 juta atau sekitar US$3,82 juta.
Jaksa menyebut Tokyo Electron gagal menyiapkan perlindungan internal yang memadai untuk mencegah pencurian data sensitif.
“Selain aturan internal yang bersifat umum dan peringatan, perusahaan tidak memiliki bukti terkait langkah-langkah pencegahan atau manajerial yang konkret,” ujar jaksa dalam pernyataan resmi yang dikutip dari laporan media internasional.
Penetapan ini muncul setelah otoritas menanyai Chen, staf Tokyo Electron, serta meninjau dokumen perusahaan. Penyidik menemukan dugaan bahwa Chen memanfaatkan hubungan dengan mantan rekan kerja di TSMC untuk mengakses rahasia dagang yang kemudian direproduksi guna membantu Tokyo Electron meningkatkan performa mesin etsa dan mengejar kualifikasi pemasok bagi proses 2-nanometer TSMC.
Pada Agustus lalu, tiga individu termasuk Chen telah lebih dulu didakwa. Dalam dakwaan tersebut, jaksa menuduh Chen membantu perusahaan bersaing mendapatkan posisi sebagai pemasok peralatan untuk proses-proses canggih TSMC.
Informasi yang diambil diduga digunakan untuk memperbaiki mesin produksi dan mendukung upaya perusahaan mengamankan akses ke lini produksi 2-nanometer.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut teknologi yang digambarkan jaksa sebagai “teknologi inti nasional yang vital bagi jalur kehidupan industri Taiwan”.
Proses 2-nanometer TSMC, yang mulai diproduksi massal pada 2025, disebut sebagai teknologi chip komersial paling mutakhir di dunia. Proses tersebut menawarkan peningkatan performa hingga 15% dan konsumsi daya 30% lebih rendah dibanding teknologi 3-nanometer, serta krusial bagi pengembangan kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi.
Hingga Selasa, Tokyo Electron dan unit Taiwan-nya belum memberikan tanggapan terbaru atas dakwaan tersebut. Dalam pernyataan pada Agustus, perusahaan mengatakan belum menemukan bukti adanya keterlibatan organisasi dan menyebut penyelidikan internal tidak mengindikasikan kebocoran rahasia dagang kepada pihak ketiga.
Sejauh ini, otoritas Taiwan terus memperkuat penegakan hukum yang mengatur perlindungan teknologi industri strategis di tengah kompetisi global sektor semikonduktor.

0Komentar