Kantor pusat Bank Sentral Rusia di Moskwa. |Lidvid14/Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0 


Pengadilan Arbitrase Moskwa pada Senin (15/12/2025) mengonfirmasi telah menerima gugatan Bank Sentral Rusia terhadap Euroclear, lembaga penyimpanan sekuritas asal Belgia, terkait pembekuan aset Rusia di Eropa. 

Mengutip Reuters, Moskwa menuntut ganti rugi sebesar 18,2 triliun rubel atau sekitar US$229 miliar atas dana dan sekuritas yang dibekukan akibat sanksi Uni Eropa sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Gugatan diajukan pada 12 Desember dan menuding Euroclear melakukan aktivitas melanggar hukum karena menghalangi Rusia mengakses aset miliknya. Sebagian besar aset bank sentral Rusia yang dibekukan di Eropa memang tersimpan di Euroclear, yang berbasis di Brussels.

Langkah hukum ini muncul bertepatan dengan keputusan Uni Eropa untuk membekukan sekitar €210 miliar aset bank sentral Rusia tanpa batas waktu. Keputusan tersebut disepakati para duta besar negara anggota pada Jumat (12/12/2025) dan akan dibahas lebih lanjut dalam KTT Uni Eropa pada 18 Desember mendatang.

Nengutip pemberitaan CNN Pembekuan aset dilakukan menggunakan kewenangan darurat ekonomi berdasarkan Pasal 122 perjanjian Uni Eropa. 

Dengan mekanisme ini, UE tidak lagi memerlukan perpanjangan sanksi setiap enam bulan melalui suara bulat, melainkan cukup melalui skema qualified majority voting. Artinya, satu atau dua negara tidak lagi bisa menggagalkan kebijakan secara sepihak.

Sebelumnya, mekanisme perpanjangan sanksi kerap tersendat karena penolakan dari Hungaria dan Slovakia. Pemerintah kedua negara beberapa kali menyatakan keberatan dan mengancam tidak menyetujui perpanjangan pembekuan aset Rusia.

Presiden Dewan Uni Eropa António Costa mengatakan aset tersebut akan tetap dibekukan sampai Rusia menghentikan agresi militernya terhadap Ukraina dan memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan. Pernyataan itu disampaikan di tengah pembahasan rencana pemanfaatan dana beku tersebut untuk mendukung Ukraina.

Saat ini, sekitar €185 miliar hingga €193 miliar aset Rusia berada di neraca Euroclear. Laporan keuangan Euroclear per September 2025 mencatat angka terbaru sebesar €193 miliar. Sisa aset lainnya tersebar di sejumlah yurisdiksi Eropa dalam jumlah yang lebih kecil.

Di sisi lain, Bank Sentral Rusia menyatakan akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia jika Uni Eropa menggunakan aset tersebut. 

Otoritas moneter Rusia menegaskan akan menggugat setiap pemanfaatan dana yang dibekukan, baik melalui pengadilan nasional, badan peradilan asing, maupun organisasi internasional.

“Bank sentral berhak melindungi kepentingannya dengan semua cara hukum yang tersedia,” demikian pernyataan resmi otoritas moneter Rusia yang dikutip sejumlah media internasional.

Uni Eropa sendiri tengah menyiapkan skema pinjaman hingga €90 miliar untuk Ukraina yang berbasis pada aset Rusia yang dibekukan. Skema ini dirancang sebagai reparations loan, di mana Ukraina hanya diwajibkan membayar kembali pinjaman jika Rusia nantinya membayar ganti rugi perang kepada Kyiv.

Meski begitu, rencana tersebut belum sepenuhnya mulus. Belgia, sebagai negara tempat Euroclear beroperasi, menyuarakan kekhawatiran atas potensi risiko hukum dan keuangan jika Rusia memenangkan gugatan di pengadilan internasional. Pemerintah Belgia meminta jaminan politik dan finansial dari negara anggota UE lainnya agar tidak menanggung risiko sendirian.

Kepala kebijakan luar negeri UE Kaja Kallas mengakui pembahasan penggunaan aset Rusia menjadi semakin kompleks menjelang KTT Dewan Eropa. Menurut dia, sejumlah negara masih meminta klarifikasi hukum sebelum melangkah lebih jauh.

Jerman telah menawarkan jaminan senilai €50 miliar untuk membantu mengamankan dukungan Belgia. Sementara itu, Italia juga dilaporkan masih berhati-hati terhadap skema penggunaan aset Rusia, terutama terkait implikasi hukum jangka panjang.

Di luar pokok aset, Uni Eropa sejak 2023 telah memanfaatkan windfall profits atau keuntungan bunga yang dihasilkan dari dana Rusia yang dibekukan. 

Keuntungan tersebut dialokasikan untuk membantu kebutuhan Ukraina tanpa menyentuh nilai pokok aset, sambil menunggu kerangka hukum yang lebih permanen disepakati di tingkat Uni Eropa.

Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan membahas detail akhir skema pinjaman untuk Ukraina dalam pertemuan Dewan Eropa pada 18 Desember 2025, termasuk mekanisme pembagian risiko hukum jika gugatan Rusia terhadap Euroclear berlanjut.