Sumber: REUTERS/Rodrigo Garrido


Huawei Technologies resmi meluncurkan seri ponsel flagship Mate 80 pada 25 November 2025, dengan menempatkan chip Kirin 9030 buatan dalam negeri sebagai dapur pacu utama. Chip ini diproduksi oleh Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), perusahaan pengecoran chip terbesar di China. Langkah ini menandai kemajuan manufaktur semikonduktor domestik di tengah pembatasan teknologi dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Kirin 9030 dibangun menggunakan proses N+3 yang merupakan evolusi dari node 7 nanometer sebelumnya atau N+2. Proses ini disebut sebagai "perluasan skala" karena meningkatkan performa dibanding generasi sebelumnya meski akses teknologi canggih diblokir dari vendor Barat. 

Namun demikian, perusahaan riset Kanada, TechInsights, menilai teknologi N+3 SMIC masih tertinggal dibanding standar global 5 nanometer yang digunakan TSMC dan Samsung.

Di sisi spesifikasi, Kirin 9030 memiliki konfigurasi 9-core: satu inti performa tinggi 2,75 GHz, empat inti menengah 2,27 GHz, dan empat inti efisiensi 1,72 GHz, dengan GPU Maleoon 935. Hasil uji Geekbench menunjukkan skor single-core sekitar 1.131 dan multi-core 4.277, setara dengan Snapdragon 7+ Gen 3. Mate 80 base menggunakan Kirin 9020 (N+7), sementara varian Pro dan Pro Max memakai Kirin 9030/Pro (N+3), mendukung HarmonyOS 6.0, layar LTPO OLED 120Hz, kamera utama 50MP, dan baterai 5.750 mAh.
 

Lebih jauh, proses N+3 berhasil meningkatkan densitas transistor menjadi sekitar 125 Mtr/mm², naik dari N+2, tetapi masih jauh dari TSMC 5nm yang mencapai ~171 Mtr/mm². 

Karena produksi menggunakan DUV multi-patterning tanpa EUV, kompleksitas manufaktur menyebabkan yield rendah dan biaya tinggi, membatasi produksi massal chip sub-5nm. TechInsights menyebut ini sebagai batas kemampuan manufaktur domestik China saat ini.

Langkah Huawei dan SMIC muncul setelah AS menerapkan sanksi sejak 2019 yang memblokir akses chip dan peralatan canggih. Mate 80 digadang sebagai solusi "spare tyre 2.0" untuk menjaga ketahanan industri domestik. 

Di sisi lain, pemerintah China memasukkan TechInsights ke dalam daftar unreliable entity pada Oktober 2025, menyusul laporan rutin lembaga tersebut tentang kemajuan chip Huawei dan SMIC yang dianggap mengungkap rahasia strategis. Huawei dan SMIC sendiri belum memberikan tanggapan resmi hingga 15 Desember 2025.