![]() |
| Muhammad bin Salman Al Saud. | REUTERS/ Evelyn Hockstein |
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan tengah mempertimbangkan tawaran senilai €10 miliar atau sekitar Rp195 triliun untuk mengakuisisi FC Barcelona. Informasi ini pertama kali disampaikan jurnalis François Gallardo dalam program televisi Spanyol El Chiringuito pada 13 Desember 2025.
Meski demikian, rencana tersebut menghadapi hambatan besar karena struktur kepemilikan Barcelona yang tidak memungkinkan pengambilalihan penuh oleh investor asing.
Menurut laporan tersebut, tawaran fantastis itu secara teoritis mampu melunasi seluruh utang Barcelona yang kini menembus lebih dari €2,5 miliar. Klub asal Catalunya itu telah lama bergulat dengan tekanan keuangan, termasuk kewajiban pembayaran transfer pemain yang masih tertunggak kepada sejumlah klub Eropa.
Kondisi finansial Barcelona menjadi latar utama munculnya spekulasi ini. Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen klub harus melakukan restrukturisasi utang, menjual sebagian hak komersial, serta menahan belanja pemain demi menjaga arus kas.
Utang transfer pemain saja dilaporkan mencapai sekitar €159 juta, termasuk kewajiban kepada Manchester City, Leeds United, dan Bayern Munich.
Minat Mohammed bin Salman dinilai sejalan dengan strategi Arab Saudi melalui Public Investment Fund (PIF) untuk memperluas pengaruh di industri olahraga global.
Sebelumnya, PIF mengakuisisi Newcastle United pada 2021 dan kini memegang 85 persen saham klub Premier League tersebut. Dana investasi negara itu juga menguasai mayoritas kepemilikan sejumlah klub besar Saudi Pro League.
Namun demikian, rencana akuisisi penuh Barcelona dinilai nyaris mustahil terealisasi. Barcelona menganut sistem kepemilikan socio, di mana klub dimiliki secara kolektif oleh sekitar 150.000 anggota. Para anggota ini memiliki hak suara dalam pemilihan presiden dan keputusan strategis klub, serta tidak memiliki mekanisme hukum untuk menjual klub kepada entitas eksternal.
Gallardo menjelaskan bahwa struktur tersebut dilindungi oleh undang-undang olahraga Spanyol, Ley 10/1990 del Deporte, yang memberikan pengecualian kepada Barcelona, Real Madrid, Athletic Bilbao, dan Osasuna untuk tetap berstatus asosiasi berbasis anggota.
“Barcelona dimiliki oleh para anggotanya dan tidak ada skema penjualan penuh kepada pihak asing,” ujarnya dalam laporan tersebut.
Di sisi lain, skenario alternatif tetap terbuka. Salah satu opsi yang kerap disebut adalah masuknya investor melalui divisi komersial atau hiburan klub, tanpa mengambil alih kendali operasional sepak bola. Model serupa disebut-sebut juga tengah dipertimbangkan oleh Real Madrid, dengan memisahkan unit bisnis dari struktur klub inti.
Spekulasi ini mencuat di tengah agenda politik internal Barcelona. Pemilihan presiden klub dijadwalkan berlangsung antara Maret hingga Juni 2026. Presiden saat ini, Joan Laporta, disebut berencana mencalonkan kembali, sementara Victor Font muncul sebagai rival kuat dengan dukungan sejumlah figur internal klub.
Hingga kini, baik pihak Barcelona maupun perwakilan Arab Saudi belum menyampaikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Sumber internal klub menyebut kabar ini masih sebatas spekulasi, mengingat identitas Barcelona sebagai Més que un club yang telah melekat sejak didirikan pada 1899.

0Komentar