![]() |
| INS Kalvari (S21), kapal selam serang diesel-elektrik kelas Scorpène milik Angkatan Laut India. | Indian Navy/Wikipedia/CC BY 2.5 |
PT PAL Indonesia bersama Naval Group melaksanakan Steel Cutting Qualification Section untuk kapal selam Scorpene Evolved RI pada 12 Desember 2025 di galangan PT PAL, Surabaya. Tahap ini menjadi bagian krusial dalam fase production training untuk menguji kesiapan engineer PT PAL memasuki produksi kapal selam secara mandiri, dengan penilaian langsung dari tim ahli Naval Group.
Kegiatan tersebut melibatkan rangkaian pekerjaan teknis, mulai dari pemotongan baja, pengelasan presisi, blasting, pengecatan, hingga pre-outfitting. Seluruh proses dijadikan tolok ukur kelayakan sumber daya manusia dan fasilitas PT PAL sebelum masuk ke tahap fabrikasi penuh.
Pelaksanaan kualifikasi ini dilakukan setelah para engineer dan welder PT PAL mengikuti pelatihan intensif di Cherbourg, Prancis. Karena itu, qualification section diposisikan sebagai pembuktian konkret atas hasil alih teknologi yang menjadi bagian dari kontrak kerja sama kedua pihak.
Direktur Teknologi PT PAL Indonesia Briljan Gazalba menjelaskan bahwa tahapan ini tidak sekadar bersifat administratif, melainkan menjadi pintu masuk penguasaan teknologi kapal selam secara menyeluruh.
“Tahap kualifikasi ini memastikan engineer kami siap menjalankan proses produksi sesuai standar kapal selam, dengan supervisi langsung dari Naval Group,” ujarnya.
Dari pihak mitra, Program Director Naval Group Vincent Vimont menyatakan pemotongan baja pertama menandai dimulainya fase nyata pembangunan Scorpene RI di Indonesia. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk mendorong whole local production melalui pendampingan teknis berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Komandan Satgas Kapal Selam Scorpene RI Kolonel Laut (P) Widya Poerwandanu serta Country Director Naval Group Thierry Bouyer. Kehadiran mereka menandai dimulainya fase transisi dari pelatihan menuju produksi.
Scorpene Evolved RI merupakan varian yang dikembangkan khusus untuk Indonesia dengan konfigurasi full lithium-ion battery (LiB).
Kapal selam ini memiliki bobot permukaan sekitar 1.600–2.000 ton, panjang 72 meter, kecepatan selam di atas 20 knot, serta kedalaman operasi lebih dari 300 meter. Sistem baterai LiB memungkinkan daya tahan selam lebih dari 12 hari dan otonomi misi hingga sekitar 78 hari.
Selain itu, kapal selam ini dilengkapi sistem manajemen tempur SUBTICS dan enam tabung senjata dengan kapasitas hingga 18 torpedo atau rudal. Tingkat otomasi yang lebih tinggi memungkinkan pengoperasian dengan jumlah awak sekitar 31 personel.
Pemerintah dan industri menargetkan proses fabrikasi penuh Scorpene Evolved RI dimulai pada Juni 2026. Seluruh rangkaian qualification section menjadi dasar penilaian sebelum PT PAL menjalankan pembangunan kapal selam tersebut secara lokal di Surabaya.

0Komentar