Momen peluncuran dan penamaan resmi kapal fregat baru TNI Angkatan Laut, KRI Balaputradewa-322. | PT PAL


PT PAL Indonesia resmi melaksanakan penamaan dan peluncuran fregat Merah Putih (FMP) pertama yang diberi nama KRI Balaputradewa-322 di fasilitas galangan PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, pada 18 Desember 2025. Peluncuran ini menandai masuknya kapal perang tersebut ke fase lanjutan pembangunan sekaligus menjadi tonggak penting penguatan industri pertahanan maritim nasional.

Prosesi shipnaming dipimpin Yayuk Donny Ermawan Taufanto selaku Ibu Kandung Kapal melalui simbolisasi pemotongan tali kendi. Setelah itu, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto secara simbolis meluncurkan kapal dengan penarikan tuas kemudi sebagai penanda keluarnya fregat dari graving dock Orca. Kegiatan tersebut disaksikan jajaran Kementerian Pertahanan, TNI Angkatan Laut, serta manajemen PT PAL.

Program Fregat Merah Putih merupakan proyek strategis Kementerian Pertahanan yang dikontrak kepada PT PAL sejak April 2020. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur laut nasional sekaligus mendorong kemandirian industri pertahanan dalam negeri, terutama pada segmen kapal kombatan permukaan berukuran besar.

Berdasarkan data PT PAL dan Kementerian Pertahanan, KRI Balaputradewa-322 memiliki panjang sekitar 140 meter dengan lebar hampir 20 meter dan bobot perpindahan penuh lebih dari 6.000 ton. 

Kapal ini dirancang mampu beroperasi hingga 9.000 mil laut dengan kecepatan maksimum sekitar 28 knot, serta mengemban peran multirole untuk peperangan anti-udara, anti-permukaan, dan anti-kapal selam.

Dari sisi persenjataan, fregat ini diproyeksikan membawa vertical launching system (VLS) hingga 64 sel, dua meriam Leonardo 76 mm, sistem CIWS Rheinmetall Millennium 35 mm, serta beberapa senjata pertahanan jarak dekat. 

Sistem penggerak combined diesel and gas disiapkan untuk menunjang fleksibilitas operasi di berbagai skenario misi TNI AL, sebagaimana dilaporkan media nasional dan laman resmi pertahanan.

Di sela rangkaian peluncuran, PT PAL juga mendemonstrasikan uji penembakan senjata laser hasil pengembangan internal. Sistem ini dirancang untuk memfokuskan radiasi laser secara presisi terhadap sasaran pada jarak menengah hingga jauh, sebagai bagian dari riset teknologi pertahanan non-kinetik yang tengah dikembangkan industri galangan pelat merah tersebut.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyebut pembangunan KRI Balaputradewa-322 menunjukkan kemampuan teknis insinyur dan teknisi nasional dalam memproduksi alutsista modern. 

Menurutnya, fregat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat postur TNI Angkatan Laut di wilayah strategis, termasuk perairan Natuna Utara dan jalur pelayaran internasional, seiring meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Indo-Pacific.

Peluncuran fregat Merah Putih pertama ini juga dipandang sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan pada impor alutsista, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kerja sama dan diplomasi pertahanan regional.