Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di puncak HUT Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (5/12/2025). | Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif Indonesia dalam pidatonya pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam, 5 Desember 2025. 

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran pemerintah atas bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra serta risiko terputusnya pasokan bahan bakar impor akibat situasi geopolitik global.

Prabowo menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian energi melalui pemanfaatan sawit. Ia menjelaskan bahwa konflik berkepanjangan di Eropa dan ketegangan di jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah dapat menghambat impor BBM. 

“Perang kalau lanjut di Eropa, bisa-bisa kita tidak bisa impor BBM dari mana pun,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Menurut Presiden, ketergantungan pada impor akan membuat Indonesia tertekan oleh harga minyak dunia yang terus naik. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan program biodiesel berbasis sawit, mulai dari B40 yang telah diberlakukan sejak Januari 2025 hingga target implementasi B50 pada 2026. 

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebutkan bahwa program B50 akan membutuhkan sekitar 20,1 juta kiloliter biodiesel per tahun untuk menghentikan impor solar sepenuhnya.

Prabowo menyinggung bahwa kesiapan energi domestik juga penting dalam penanganan darurat bencana. Ia merujuk pada gangguan distribusi BBM akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. 

“Sekarang dengan bencana di Sumatra saja bagaimana repotnya kita mengantarkan BBM ke daerah-daerah bencana. Jembatan putus, BBM harus kita naikkan pesawat, sebagian lewat kapal,” tuturnya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 5 Desember 2025 menunjukkan 867 orang meninggal dan 512 orang masih hilang. Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan sejak tsunami Sulawesi 2018.

Meski pemerintah menilai biodiesel sebagai langkah strategis, program tersebut tetap menuai kritik dari ekonom dan aktivis lingkungan. Mereka menyoroti potensi kenaikan harga minyak goreng, biaya produksi biodiesel, hingga risiko perluasan lahan sawit. 

Prabowo menyebut perdebatan tersebut sebagai bagian dari dinamika kebijakan, namun menegaskan bahwa teknologi pemanfaatan sawit sebagai biofuel sudah tersedia dan perlu disiapkan untuk menghadapi situasi darurat energi.