Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI. | Instagram/@menkeuri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih memiliki anggaran memadai untuk penanganan darurat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November. 

Kepastian itu disampaikan Purbaya di Denpasar, Bali, pada Jumat, 5 Desember 2025, menyusul meningkatnya korban dan kerusakan pada tiga provinsi tersebut. Ia menjelaskan bahwa BNPB saat ini masih memegang dana sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 600 miliar yang dapat langsung digunakan untuk kebutuhan darurat.

BNPB melaporkan hingga Jumat pagi pukul 07.25 WIB jumlah korban meninggal mencapai 836 orang, terdiri atas 325 jiwa di Aceh, 311 jiwa di Sumatera Utara, dan 200 jiwa di Sumatera Barat. Sebanyak 509 warga masih hilang dan sekitar 2.700 orang mengalami luka-luka sejak bencana terjadi pada 26 November. 

Selain itu, sedikitnya 10.500 rumah di 51 kabupaten mengalami kerusakan, disusul 326 fasilitas pendidikan, 25 fasilitas kesehatan, dan 295 jembatan yang terdampak.

Purbaya menyebut pemerintah siap menambah alokasi anggaran apabila kebutuhan lapangan melebihi kapasitas yang tersedia. 

“Nanti kalau kurang, kan masih dihitung. Dananya sudah siap,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa BNPB belum mengajukan permintaan tambahan anggaran secara resmi kepada Kementerian Keuangan.

Di sisi lain, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan dana on call sebesar Rp 4 triliun dalam APBN 2025. Dana tersebut dapat dipakai untuk seluruh rangkaian penanganan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana, termasuk program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. 

Said menjelaskan bahwa kebutuhan rekonstruksi kemungkinan memerlukan pembiayaan yang jauh lebih besar sehingga dapat menggunakan skema multi-years pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Kementerian Keuangan menilai dampak ekonomi akibat bencana tersebut masih dapat ditahan. Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diperkirakan tetap berada di atas 5,5 persen, meski aktivitas sejumlah wilayah di Sumatera terganggu. Ia menyebut perbaikan infrastruktur pascabencana berpotensi membantu pemulihan kegiatan ekonomi daerah.

Sejauh ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah masih memprioritaskan operasi pencarian korban, bantuan logistik, serta pemulihan akses infrastruktur yang rusak. 

Sementara itu, BNPB terus memperbarui data korban dan dampak kerusakan di lapangan sembari mengoordinasikan dukungan tambahan dari kementerian dan lembaga terkait.