![]() |
| Presiden Prabowo menghapus utang KUR petani terdampak banjir Aceh–Sumatera, di tengah meningkatnya bantuan kampus berupa relawan. | Biro Setpres |
Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (7/12/2025) mengumumkan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani yang terdampak banjir dan longsor di Aceh serta wilayah Sumatera lainnya. Pengumuman disampaikan saat ia meninjau perbaikan Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, di tengah gelombang bantuan yang terus mengalir dari berbagai perguruan tinggi ke daerah bencana.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut diambil karena kerusakan yang dialami petani merupakan dampak langsung dari bencana alam.
“Utang-utang KUR, karena ini keadaan alam, ya kita akan hapus. Jadi petani tidak usah khawatir tidak bisa kembalikan utang, karena ini bukan kelalaian, tapi keadaan terpaksa, force majeur,” ujar Presiden.
Ia juga memastikan rehabilitasi lahan pertanian dan penyaluran pasokan pangan dari cadangan nasional untuk sementara waktu.
Mengacu pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu malam, korban meninggal mencapai 921 jiwa, 392 orang masih hilang, dan 975.079 warga mengungsi di tiga provinsi. Aceh menjadi wilayah dengan dampak terbesar, termasuk 366 korban meninggal dan lebih dari 914 ribu pengungsi.
Gelombang bantuan dari kampus
Sejauh ini, dukungan perguruan tinggi terus berdatangan. Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan 55 relawan ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melalui Emergency and Disaster Team (EDT). Mereka membawa obat-obatan, logistik, sembako, peralatan dapur umum, hingga mesin penjernih air karya kampus senilai lebih dari Rp1,5 miliar.
“Total personel akan memberikan layanan kesehatan darurat, air bersih, dan pendampingan psikososial,” kata Kepala Tim Tanggap Bencana Sumatera UB, Aurick Yudha Nagara. UB juga membuka program penggalangan dana bertajuk Dies UB Peduli Sumatera.
Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan opsi penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak.
“Kemungkinan itu ada, nanti kita lihat per kasus karena tidak mungkin kita lakukan untuk semua,” ujar Sekretaris UGM, Andi Sandi. Kampus tersebut juga mengirim tim trauma healing dari Fakultas Kedokteran untuk mendampingi penyintas.
Selain UB dan UGM, sejumlah kampus lain turut mengaktifkan bantuan. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memberikan beasiswa kepada 10 mahasiswa terdampak dari total 462 mahasiswa asal Sumatera di kampus tersebut.
Adapun Universitas Sebelas Maret (UNS) menyiapkan bantuan uang tunai serta keringanan UKT bagi mahasiswa yang keluarganya terkena dampak bencana.
Arahan kementerian dan posko kampus
Menurut catatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebanyak 30 perguruan tinggi turut terdampak. Pemerintah telah menunjuk 13 kampus di wilayah bencana sebagai posko koordinasi akademik, termasuk Universitas Syiah Kuala yang sejak 30 November membuka dapur umum bagi mahasiswanya.
Sementara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerapkan pembebasan UKT untuk mahasiswa yang keluarganya menjadi korban.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa kontribusi kampus menjadi bagian penting dari pemulihan Sumatera. Ia menyebut dukungan tambahan berupa relaksasi pembelajaran tengah disiapkan sesuai kebutuhan masing-masing institusi.
Perkembangan penanganan bencana serta distribusi bantuan dari kampus dan pemerintah sejauh ini masih dipantau oleh lembaga terkait.

0Komentar