![]() |
| Foto udara aktivitas reklamasi pantai utara di Jakarta | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra |
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan memulai proyek reklamasi seluas 65 hektare di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada kuartal I/2026. Manajemen menyebutkan proyek senilai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun itu ditujukan untuk pengembangan bisnis properti dan penyediaan lahan depo Mass Rapid Transit (MRT) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Reklamasi berlokasi di sisi barat kawasan Ancol. Dari total area tersebut, sekitar 20 hektare disiapkan untuk pembangunan depo MRT, sementara 45 hektare lainnya menjadi area ekspansi properti PJAA. Informasi tersebut disampaikan Direktur Utama PJAA Winarto dalam paparan publik tahunan yang berlangsung pada Rabu (3/12/2025).
Winarto menjelaskan bahwa perseroan telah mengantongi seluruh izin yang diperlukan untuk memulai pekerjaan konstruksi. Dokumen itu mencakup Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut tertanggal 13 September 2023, Persetujuan Lingkungan tertanggal 6 Februari 2025, serta Izin Pelaksanaan Reklamasi yang diterbitkan pada 1 Juli 2025.
“Kami harapkan reklamasi ini akan dimulai di triwulan pertama tahun 2026,” ujarnya.
Rencana ekspansi ini sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 19 September 2025. Pendanaan proyek akan berasal dari kombinasi kemitraan strategis dan kas internal perusahaan.
Di sisi lain, PJAA tengah menyeleksi sekitar 10 calon mitra yang akan terlibat dalam pendanaan maupun pengembangan lahan reklamasi. Menurut manajemen, sekitar 80% minat datang dari investor asing, terutama dari Korea, Jepang, Uni Emirat Arab, China, dan Spanyol.
Winarto menyebut langkah diversifikasi ke sektor properti diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pendapatan perseroan dalam beberapa tahun ke depan.
Hingga Oktober 2025, PJAA mencatat pendapatan Rp902,7 miliar dengan laba bersih Rp74 miliar. Total aset perusahaan mencapai Rp3,44 triliun. Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp1,1 triliun dan laba bersih Rp101 miliar pada akhir 2025.

0Komentar