Pindad membangun pabrik mobil nasional di Subang dengan kapasitas 500 ribu unit per tahun. Pemerintah targetkan harga mobil nasional di bawah Rp 300 juta. | Dokumentasi Partai Gerindra


PT Pindad akan membangun fasilitas produksi mobil nasional di Subang, Jawa Barat, setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Himpunan Kawasan Industri pada 4 Desember 2025. 

Langkah ini menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kemandirian industri otomotif. Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas hingga 500.000 unit per tahun, dengan fase awal produksi 100.000 unit mulai 2028.

Kesepakatan ini ditempatkan sebagai fondasi kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025–2029 sekaligus akselerasi Program Mobil Nasional yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional. Pemerintah menilai penguatan rantai pasok menjadi kunci agar industri kendaraan nasional bisa tumbuh berkelanjutan.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menyebut pihaknya telah menyiapkan lahan industri di Subang untuk menopang proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa upaya menghadirkan mobil nasional perlu didukung inovasi dan pengembangan ekosistem teknologi.

“Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program. Kita harus melakukan piloting dan membangun ekosistemnya,” ujar Sigit.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai kolaborasi ini menjadi tonggak baru setelah berbagai rencana mobil nasional sebelumnya belum mencapai hasil ideal. Ia menekankan pentingnya pendekatan terintegrasi antarindustri agar daya saing bisa terbangun.

“Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa,” kata Rachmat.

Di sisi lain, pemerintah menetapkan kisaran harga mobil nasional di bawah Rp 300 juta untuk menjangkau segmen pasar terbesar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan harga tersebut menyesuaikan komposisi penjualan domestik yang didominasi model di kelas harga tersebut.

“Dari data Gaikindo, market terbesar sekarang adalah mobil di bawah Rp 300 juta,” ujar Airlangga.

Pemerintah menyelaraskan proyek ini dengan target Presiden Prabowo yang sebelumnya menyebut Indonesia akan memiliki mobil nasional dalam tiga tahun ke depan. 

Pindad saat ini telah memproduksi kendaraan Maung MV3 dan Garuda Limousine untuk kebutuhan kenegaraan. Sementara itu, konsep mobil listrik i2C yang diperkenalkan di GIIAS 2025 menjadi salah satu kandidat untuk lini mobil nasional masa depan.